Kartu Pos: Kuliner Tradisional dari Sulawesi Tenggara

Indonesia - Sulawesi Tenggaramakanan tradisional

Saya menerima kartu pos ini dari give away yang diadakan salah satu anggota  KPI (Komunitas Post Crossing Indonesia), mbak Michiko. Saat menerima kartu posnya, bawaan saya jadi laper ngeliat nama-nama makanan khas Sulawesi Tenggara ini. Ada lima kuliner khas di kartu pos ini.

Kuliner pertama adalah Saraba. Minuman ini terbuat dari jahe, kuning telur, santan, susu dan gula merah. Bahan-bahannya mengingatkan saya dengan STMJ😀 . Kuliner kedua adalah kacang mete. Sulawesi tenggara ternyata memiliki kualitas kacang mete terbaik di Indonesia!!

Untuk kuliner ketiga adalah Sinonggi. Sinonggi ini makanan khas suku Tolaki dari Sulawesi Tenggara yang terbuat dari sari pati sagu. Dulu, sinonggi merupakan makanan pokok suku Tolaki sebelum akhirnya menjadikan nasi sebagai makanan pokoknya. Cara memasak Sinonggu adalah sebelum dimasak, pati sagu direndam di dalam baskom, atau sejenisnya, dengan menggunakan air dingin selama satu malam kemudian dibiarkan hingga mengendap. Selanjutnya air dibuang. Ketika akan diolah, sagu dicairkan dengan air dingin secukupnya, lalu, disiram air mendidih sedikit demi sedikit sambil sagu diaduk-aduk hingga mengental. Umumnya makanan siap saji seperti sayur, kuah ikan, serta sambal sudah disiapkan sebelum sinonggi siap, supaya dapat langsung disantap saat sinonggi masih panas.

Kuliner keempat adalah Kasuami yang merupakan makanan pokok dari Buton, Sulawesi Tenggara. Bahan dasar kasuami adalah singkong yang diparut atau digiling dan dikeringkan menggunakan kain penyaring sehingga menyerupai tepung. Tepung ini kemudian dibungkus kain dan dibentuk seperti bola, lalu ditekan dengan pemberat papan kayu sampai kandungan airnya benar-benar tiris. Setelah jadi, adonan menjadi bundar pipih seperti ban mobil, inilah yang kemudian disebut oleh orang Wakatobi sebagai ka’opi. “Metamorfosis” ka’opi menjadi kasuami pun masih harus melalui serangkaian proses. Pertama, ka’opi dijemur beberapa saat di bawah sinar matahari agar tingkat keasamannya berkurang, lalu ka’opi ditumbuk kembali dalam lesung menjadi tepung yang lebih halus. Tepung tersebut kemudian dicampur kelapa sesuai selera dan dicetak dalam cetakan yang terbuat dari anyaman daun kelapa. Terakhir, adonan beserta cetakannya dikukus dalam dandang atau periuk di atas tungku. Setelah matang, kasuami dikeluarkan dari cetakan, dipukul-pukul dan dipadatkan menggunakan botol atau perkakas bersih lainnya sambil dibaluri minyak kelapa, bawang merah atau daun pandan yang harum. Tujuan pemadatan ini adalah mengurangi udara dalam adonan sehingga kasuami tidak cepat basi dan lebih tahan lama. Panjang banget ya prosesnya.

Kuliner terakhir adalah Sate Pokea. Pokea adalah sejenis kerang air tawar yang banyak hidup di sungai. Satenya sendiri disajikan bersama saus kacang dan lontong.

*Informasi soal kuliner sulawesi dari sini, sini, sini, dan sini

7 thoughts on “Kartu Pos: Kuliner Tradisional dari Sulawesi Tenggara

  1. sulteng itu emang khas banget kacang mete. suamiku orang kendari jadi kalo metrua atau family ada yang abis mudik pasti deh oleh2nya kacang mete, sampe bosen.. hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s