Sebuah Pengingat

SAMSUNG CSC

Obrolan dengan adik-adik ketemu gede kemarin membuat pikiran saya menjadi lebih kaya lagi serta banyak bersyukur. Sejujurnya, saya setahun kebelakang ini lebih banyak meminta kepada Tuhan dan sering bertanya mengapa. Menganggap diri berada di level terbawah dan melihat iri ke orang-orang disekitar saya. Saya lupa untuk melihat ke sekeliling dengan sudut pandang yang berbeda hingga diingatkan oleh beberapa orang tersayang bahwa saya beruntung.

Saya kemarin-kemarin iri banget dengan sepupu dan sahabat yang pada lanjut kuliah di luar negeri, lupa bahwa saya juga beruntung bisa melanjutkan kuliah ke jenjang selanjutnya. Masih banyak orang-orang di luar yang ingin meneruskan kuliahnya, tetapi tidak bisa. Saya kemarin iri dengan kehidupan orang-orang disekitar saya, sampai saya lupa bersyukur kalau saya masih memiliki keluarga lengkap, bahkan sekarang saya punya seorang kakak ipar. Saya juga memiliki orang-orang yang sudah menjadi saudara saya sendiri. Saya iri sama yang sering jalan-jalan sampai saya lupa kalau tahun ini saya juga banyak jalan-jalan untuk menghadiri nikahan teman. Saya sempat sebel dengan berbagai pertanyaan seputar nikah, sampai diingatkan pasangan sendiri bahwa pertanyaan itu adalah doa buat kita berdua.

Saya memang hanya manusia biasa. Perlu diingatkan untuk terus merasa bersyukur dengan hidup yang saya miliki. Toh hidup ini tidak sempurna, kesempurnaan hanya milik Tuhan. Saya, masih perlu banyak belajar dalam sekolah kehidupan ini.

6 thoughts on “Sebuah Pengingat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s