Berkemas

100_1230


Saya selalu senang dan gembira ketika memulai sebuah perjalanan baru. Rasanya deg-degan. Persis anak kecil yang gelisah menunggu esok hari untuk bepergian. Satu hal yang saya suka ketika akan pergi adalah membereskan barang-barang yang akan dibawa alias berkemas
. Berkemas ini kadang saya lakukan berkali-kali *tanda-tanda kompulsikah?*. Terkadang merasa tidak cocok dengan baju yang itu, kurang pas dengan memakai tas yang ini, barang yang itu belum masuk, barang yang ini kegedean, dan banyak lagi. Pertimbangannya banyak banget!!! Apalagi saya orangnya suka cemas dan berakibat bawa barang banyak.  Tapi juga pengen simple biar tasnya ga berat. Banyak maunya emang -_______-.

Saya sih berusaha saat pergi hanya membawa satu tas ransel. Tas kecil untuk jalan-jalannya dimasukin ke ransel biar ga ribet.  Kalau pulangnya? Kadang-kadang kelebihan bawaan, jadi aja tas ransel yang tadinya bisa dimasukin tas kecil mau ga mau jadi di luar :D *suka kalap kalau belanja murah*. Kecuali kalau bawa koper yah. Mau ga mau jadi harus bawa tas kecil buat tempat tiket, pasport, dompet, hp, dan buku bacaan. Mau menggunakan koper atau ransel, saya sih selalu berusaha membawa yang penting. Bawa baju sesuai jumlah hari, kalau kurang mikirnya selama ada toko dan uang bisalah yah beli baju murah😀. Inginnya saat pergi barang bawaannya masih menyisakan ruang kosong. Jadi kalau mau beli barang atau oleh-oleh masih muat di sana.

Saya jadi ingat buku Life Traveler dari mbak Windy Ariestanty  mengenai berkemas. Mbak Windy ini menulis bahwa berkemas itu mengajarkan kita untuk memilah, hal mana yang penting untuk kita bawa dan hal mana yang harus tega kita tinggalkan saja. Jangan sampai kita terbebani oleh hal-hal kecil, nan tidak penting, di sepanjang perjalanan kita. Sia-sia. Itulah yang selalu saya coba terapkan ketika packing. Kalau sekiranya tidak akan digunakan, lebih baik ditinggal daripada memberatkan. Hal-hal kecil ini bisa menyisakan ruang kosong lebih banyak juga.

Tidak hanya dimasalah berkemas, pelajaran mengenai memilah ini juga suka saya lakukan di kehidupan saya. Memilah mana yang perlu saya tahu dan tidak, memilah pikiran-pikiran saya agar tidak menjadi terlalu negativistik dan berakhir dengan kebetean, memilah mana yang lebih butuh perhatian saya dan mana yang tidak, dan memilah mana yang penting dan tidak penting. Bukan hal yang mudah, saya juga masih belajar. Kegiatan milah memilah ini saya lakukan biar hati dan pikiran tidak terbebani oleh hal-hal kecil negatif. Biar hati dan pikiran ini bisa mempunyai lebih banyak ruang kosong untuk hal-hal baik yang ada di dunia ini.

*tulisan yang dibuat saat sedang packing untuk liburan ke Garut. Istirahat sejenak dari laporan yang mengejar untuk diselesaikan.

5 thoughts on “Berkemas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s