Kain Batik

IMG_20130109_222416koleksi batik

Beberapa tahun terakhir ini saya tertarik sekali dengan batik. Apalagi setelah batik diresmikan menjadi warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tanggal 2 Oktober 2009 oleh UNESCO. Saya semakin ingin belajar lebih mengenai batik itu sendiri. Saya termasuk yang salah mengartikan batik. Saya sempat mengira bahwa kain yang memiliki berbagai macam motif sesuai dengan daerah pembuatan batik tersebut. Ternyata yang dinamakan batik itu bukan kainnya, tapi tekniknya. Jadi batik itu adalah teknik untuk merintangi atau menahan warna di atas kain dengan menggunakan malam atau lilin.

Berdasarkan pembuatannya sendiri, batik terdiri dari tiga jenis yaitu batik tulis, batik cap, serta batik print. Untuk batik tulis, proses pembuatannya bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun karena dibuat dengan tangan. Pada proses pembuatannya, batik tulis inilah yang menggunakan canting. Uniknya lagi setiap karya batik tulis itu tidak ada yang sama, karena itulah bisa menjadi karya seni dengan nilai tinggi. Oleh karena itu, harga batik tulis ini tidaklah murah. Batik tulis yang saya punyapun merupakan turunan dari mama. Kalau mesti beli sendiri sih saya belum sanggup. Batik cap adalah batik yang dibuat dengan pola yang sudah ada di lempengan. Nah kalau batik ini harganya relatif lebih murah dan bisa di produksi masal. Karena menggunakan cap, jadi motifnya sendiri relatif berulang. Saya sendiri lebih banyak koleksi batik cap karena murah dan masih sanggup buat belinya. Jenis batik yang terakhir adalah batik print. Batik print ini biasanya dijual meteran. Harganya juga murah banget. Cara bedain batik print dengan cap juga gampang, tinggal liat kain belakangnya. Kalau batik cap, warnanya cenderung lebih redup tetapi memiliki motif yang sama dengan bagian depan. Sedangkan batik print bagian belakangnya berwarna putih. Saya sendiri cuma punya satu batik print saat beli batik di Pekanbaru. Susah banget deh nemu batik cap di sana. Saya penasaran dengan batik Pekanbaru karena mama saya mengatakan Pekanbaru juga punya batik. Saya sih tahunya kalau daerah Sumatrakan banyaknya songket ya😀.

Selain batik Pekanbaru, batik Sumatra yang saya punya adalah batik Jambi. Kalau batik jambi ini, motifnya ada beberapa yang khas seperti durian pecah, kapal, dan juga angso duo. Saya juga punya batik Palembang yang bermotif bunga teh. Untuk batik di luar Sumatra, ya kebanyakan saya punyanya batik Jawa. Mulai dari batik pesisir dengan warna-warna cerah dan motif seperti bunga-bunga, hingga batik Yogya dengan warna-warna yang lebih gelap.

Kemarin-kemarin, saya baru beli batik loh. Dagangannya sepupu. Batiknya ini merupakan batik cap dengan warna-warna cerah dan motif yang ceria. Harganyapun murah, yaitu Rp.85.000,- aja, Saya seneng banget beli kain batik di sepupu saya ini karena warna dan motifnya bagus banget. Buat yang penasaran, bisa liat di blognya, instagram, atau twitternya. Nama toko batiknya adalah batik becik.

20131015_130701batik becik

Selain ketiga jenis batik di atas, saya juga mengetahui batik denim. Batik denim ini adalah membatik di bahan denim. Saya ingat ketika salah seorang teman mengajukan kuisioner mengenai ide batik di bahan denim. Saya menilainya pasti kece banget, bisa bergaya make batik dan ga terkesan formal. Beberapa tahun kemudian, saya mendapati teman saya ini menjadi designer untuk label Lazuli Sarae. Lazuli Sarae ini didirikan oleh teman saya plus temen-temennya dia. Beneran keren-keren bajunya. Saya masih nabung nih buat bisa beli bajunya😀. Buat yang penasaran bisa langsung mengunjungi websitenya. Mereka juga ngejual produknya di Zalora loh.

Cita-cita saya sih, pengen punya berbagai jenis kain yang ada di Indonesia ini dan melengkapi koleksi batik saya juga. Semoga ke depannya saya juga bisa beli batik tulis ya,,,aamiin.

*Informasi mengenai batik saya dapatkan dari bukunya mas Iwet Ramadhan “Cerita Batik”

2 thoughts on “Kain Batik

  1. Aku suka batik dari sejak kecil, batik sogan maupun gaya Pekalongan. Tambahan info Ira; batik sampe di Afrika karena dibawa Mardijkers (bekas budak asal Afrika di Hindia Belanda yang dibebaskan dan pulang kampung ke Afrika) kesana. Kemudian batik itu dibawa lagi kekoloni – koloni negara barat di kepulauan Pasifik. Makanya ada batik Afrika yang sebenarnya berasal dari Indonesia.

    • oia mbak Lo? aku baru tahu. Terima kasih buat informasinya🙂. Saya mau ke Pekalongan belum sempat aja…padahal penasaran ama kota batik itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s