Hidup Bagai Roller Coaster

 

Hidup saya hari ini bagai roller coaster. Mulai dari pagi hingga  malam bawaannya naik turun terus emosinya. Mulai dari pagi-pagi saat cek darah di lab untuk bahan ke dokter besok (iya saya masih haru ke dokter untuk memastikan bilirubin saya sudah dibawah 1,1), mbak-mbak yang ngambil darahnya kurang pro, sehingga jarumnya harus masuk lebih dalam sebanyak 3 kali dan berakhir ganti tangan karena darahnya ga keluar😐. Keluar dari lab yang ada darah rendah saya kumat dan masih harus mengobservasi klien stase di kelasnya plus cek tulisan tangan, perilaku di kelas, dan lain-lain. Saya juga sudah berhasil pdkt dengan anaknya. Sudah oke deh.

Setelah itu saya ke kampus untuk membuat surat penelitian lembaga di sebuah sekolah. Ternyata dari kemarin petugas Tata Usaha lagi pada liburan di Bali bareng direktur pasca. Oh pak direktur, ini mahasiswanya kok pada ga diajakin sih!! #salahfokus. Batal sudah rencana saya buat mulai ngerjain kasus stase lembaga. Wahai pembimbing, jangan marah ya kalau saya tidak bimbingan minggu ini.

Daripada bete tentu saya memilih menghibur diri dengan mengobrol bersama adik-adik ketemu di pasca dan sahabat-sahabat saya yang lagi ada di pasca juga. Saat pulang saya juga dibuat bahagia dengan kedatangan paket LitBox dari Literaly Box. Soal Literaly Box ini nanti saya bikin postingan sendiri ya🙂. Kebahagiaan lain saya dapatkan saat hasil lab sampai di rumah. Hore bilirubin saya sudah jadi 0,46!! Sudah normal!! SGOT dan SGPT juga sudah belasan, sudah normal. Alhamdulillah. Semoga besok sama dokternya sudah dibolehkan jajan, olahraga, dan jalan-jalan serta sudah dinyatakan sehat 100%, aamiin.

Saat maghrib, saya mendapatkan sms dari ibu anak yang tadi pagi saya observasi ini. Kemudian saya telepon yah untuk menjelaskan beberapa hal yang susah dijelaskan di sms. Kemudian ibunya bilang dia merasa anaknya baik-baik aja. JRENG!!! Saya langsung lemas dan syok. Kemudian saya beri informasi saja kalau beliau tidak mau anaknya ditangani juga tidak apa-apa, saya akan mencari klien lain. Ibu anaknya sih bilang mau konsul dulu sama wali kelasnya. Harapan saya? yah walau sedih, tapi daripada di tengah-tengah mandek,,mending dari awal aja sudah diselesaikan.

Stresnya paling saya bingung mau ngumpulin apa besok buat ke pembimbing. Laporan kasus satu saya mandek karena belum nemu sesuatu hal yang bikin saya mati kutu saat bimbingan minggu kemarin. Laporan kasus dua, err saya pasrah deh. Mau curhat aja lusa soal keadaan yang menimpa diri. Ini sampai saya migren dong. Bagian kepala belakang tegang deh ini.

Hari ini hidup saya beneran bagai roller coaster. Hikmahnya sih, disetiap kesulitan itu ada kemudahan. Saat saya bercerita soal klien saya ini ke kawan-kawan speerjuangan, langsung pada nyemangatin dan ngasi solusi untuk memakai beberapa klien yang mereka tahu juga butuh. Beneran terharu sama orang-orang di magister profesi psikologi pendidikan ini deh :’) *ciumin satu-satu*. Semoga kasus-kasus saya ke depannya lebih mempermudah saya menyelesaikan kuliah saya ini ya? aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s