Pilih Pilih Dokter

Saya ini orangnya kadang parnoan. Jadi begitu sudah punya pengalaman buruk dengan sesuatu, pasti lebih suka menjauh daripada kenapa kenapa. Begitu juga dengan dokter. Ini ga tahu kenapa kejadian ke saya dan orang-orang disekitaran saya. Jadi saya pernah sakit batuk ga sembuh-sembuh. Berobatlah ke klinik suatu rumah sakit dan ditangani oleh dokter muda. Setelah itu saya dikasi obat. Kemudian sudah bayar obat dan dokternya mahal kok masih ga sembuh-sembuh ya. Beralihlah saya ke dokter kantor yang sudah tua dan diberi obat generik. Besoknya batuk saya mulai sembuh.

Kemudian pengalaman mama, berobat ke dokter kantor yang masih muda. Mama nyebutin gejala lima, dikasi obatnya lima juga dong, buat ngatasin gejala yang disebutin tadi. Gimana sakitnya? Ga sembuh, dan malah keracunan obat. Besoknya langsung ke dokter tua yang merupakan tetangga. Dikasi milanta doang dong, udah gitu sembuh aja.

Pengalaman lain terjadi oleh teman saya yang mengantar Β temannya berobat ke negeri tetangga. Di sini dia ditangani dokter muda dan dikatakan penyakitnya hanya radang tenggorokan biasa. Nyampe Singapur, ternyata bukan itu penyakitnya. Banyak juga orang-orang yang berobat ke Singapur karena ga percaya dengan diagnosis dokter di Indonesia. Haduh jadi seremkan kalo berobat!!!

Saya tahu sih ga semua dokter muda ataupun tua seperti itu. Tapi kok yah saya tetap aman kalo ditanganinya sama dokter tua. Serasa lebih banyak pengalaman dan ga royal ngasi obat. Pengalaman nyatanya saat saya kemarin di opname di rumah sakit. Saya minta obat gatel ataupn batuk aja ga dikasi dong. Padahal itu gatel ama batuknya ganggu banget. Itu karena dokter saya tahu bahwa kedua sakit itu terjadi karena si hepatitisnya, dan dia milih untuk ga ngasi obat tersebut. Sedangkan dengan dokter yang lebih muda, biasanya dikasi obat berdasarkan gejala dan bukan mengatasi sakitnya. Mungkin karena perbedaan jam terbang juga kali ya.

Saya yakin kok, ga semua dokter muda seperti itu. Semoga dokter-dokter memiliki kesadaran penuh buat bantu pasien sehat dan bukan mengatasi gejalanya aja, aamiin

5 thoughts on “Pilih Pilih Dokter

  1. iya ya teh, dokter yang udah tua jam terbangnya lebih banyak, lebih professional. cowoku pernah berobat ke dokter karena sariawannya parah banget, di dokter muda biasalah dikasi obat ini itu, ga sembuh2 kan yah. trus ke dokter tua, eh dia ujug2 langsung ngomong kalo itu karena psikosomatis trus cuma dikasi obat kumur aja. udah lebih berpengalaman ya si dokter tua itu hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s