Diet Lemak

Selama masa recovery dari hepatitis a, saya diwajibkan untuk diet lemak selama dua minggu. Itu judulnya bikin pusing dan beneran kudu muter otak. Maklumlah, diet lemak berarti membatasi makanan yang enak-enak mulai dari keju, santan, kaldu, kacang-kacangan, hingga gorengan. Selain itu saya juga perlu membatasi makanan-makanan yang menimbulkan gas seperti ubi, kacang merah, kol, sawi, lobak, ketimun, durian, juga nangka. Katakan selamat tinggal sementara kepada pizza, burger, bakwan, pisang goreng, gulai, lasagna, soto, bakso, sate padang, nasi padang,,, (daftar makanannya ga akan abis). Apalagi kita yang orang minang ini, masakan rumahnya ga akan jauh dari persantanan. Selain makanan yang perlu dibatasi, ada juga makanan yang ga dianjurin seperti alkohol, teh ataupun kopi.

Makanan yang bisa saya makan itungannya adalah bebas kaldu (soalnya kaldu plus minyak itu,,errr lemaknya banyak), tumis dengan minyak yang dikit, dibakar ataupun dikukus. Masih boleh makan yang digoreng? Boleh aja, asal minyaknya beneran dikeluarin ampe abis. Saya aja hambur tisu buat ngeluarin si minyaknya. Biasanya makan yang digoreng satu hingga dua kali seminggu alias engga sering. Kalau masih kerasa gatel atau mual berarti belum boleh makan gorengan. Itu beneran indikator banget buat saya kalau si liver belum siap nerima makanan berlemak.

Akhirnya saya dan mama memutuskan buat nulis menu apa aja yang kepikiran sama nulis menu perhari. Untuk sarapan, saya biasanya makan roti pakai mentega rendah lemak atau bebas lemak trans dan selai, telur rebus, serta susu cokelat yang low fat. Kalau bosan, sesekali saya makan bubur, creme soup, atau nasi goreng. Sedangkan makan siangnya saya sama mama kudu kreatif ngolah masakannya. Ini adalah beberapa daftar makanan saya selama dua minggu diet lemak:
1. Tahu bakar kecap
2. Perkedel kentang bakar
3. Sayur bayem
4. Ikan bakar
5. Sayur cah (wortel, buncis, jagung muda)
6. Ayam goreng
7. Tempe mendoan
8. Sup makroni (tanpa kaldu ayam)
9. Tahu schotel
10. Semur bola-bola daging (cari daging sapi tanpa lemak)
11. Sayur asem
12. Ayam bakar kecap
13. Sayur kangkung
14. Spaghetti
15. Semur tahu
16. Tahu + tempe bacem bakar
17. Sup bola daging (tanpa kaldu)
18. Capcay
19. Martabak
20. Rolade
21. Buncis + wortel direbus
22. Mi goreng
23. Chicken nugget bakar

Semua makanan di atas dimasak sendiri untuk tahu takaran minyak serta pilihan daging yang digunakan. Misalnya saja ayam tanpa kulit ataupun daging cincang yang tidak berlemak. Jadi kandungan lemak pada makanannya bisa diatur. Diet lemak ini bukan berarti sama sekali ga boleh pakai lemak, hanya saja kadar lemaknya beneran dikurangin.

Untuk minumannya, saya mengkonsumsi susu rendah lemak, jus kemasan, air tajin, dan juga minum air putih sampai 10 gelas perhari. Untuk minum air putih ini adalah prestasi tersendiri, soalnya saya ini susah minum air putih. Sebotol setengah liter aja, bisa seharian abisnya :p.

Sumber gambar diambil dari sini

10 thoughts on “Diet Lemak

  1. makanya belum bisa travelling dalam waktu dekat ya teh ira, biar gak tergoda dengan jajanan selama travelling😀

    eh btw, teh ira orang padang? baru tau saya, kirain asli sundaaa😀

  2. Pingback: Masak Memasak | Coklat dan Hujan

  3. Pingback: [EF]#10 Nasi Bungkus Padang | Coklat dan Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s