Jadi Turis di Kota Sendiri: Selasar Sunaryo

20130220_150844Selasar Sunaryo

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) adalah sebuah ruang dan organisasi nirlaba yang bertujuan mendukung pengembangan praktik dan pengkajian seni dan kebudayaan visual di Indonesia. Dididirikan pada tahun 1998 oleh Sunaryo, SSAS aktif menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada edukasi publik. Dengan arahan dan dukungan dari Yayasan Selasar Sunaryo, fokus utama SSAS adalah pada penyelenggaraan program-program seni rupa kontemporer, melalui pameran, diskusi, residensi dan lokakarya.

Sebagai pusat kebudayaan, SSAS menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan disiplin-disiplin seni lain seperti desain, kriya, seni pertunjukan, sastra, arsitektur, dan lain sebagainya. Selain memajang koleksi permanen, SSAS juga menyelenggarakan pameran-pameran tunggal atau bersama yang menampilkan karya-karya para seniman muda dan senior, dari Indonesia maupun mancanegara. Semua jenis kegiatan di SSAS—mencakup program anak-anak, konser musik, pementasan teater, pemutaran film, pembacaan karya sastra, ceramah dan berbagai aktivitas lainnya—dirancang berdasarkan arahan dari Dewan Pertimbangan Kuratorial yang terdiri dari para akademisi, kritikus dan praktisi seni.

Saya sendiri bukan orang yang ngerti banget karya seni, saya hanya penikmat dan penasaran sekali ingin melihat Selasar Sunaryo ini. Jadilah setelah dari museum pos itu, saya menarik kawan-kawan saya untuk ke sini. Saat memasuki ruang tempat karya-karya Sunaryo ditampilkan, kita ga bisa ngambil foto, jadi ga bisa saya pajang di sini deh. Tetapi buat saya yang awam seni, karya-karyanya keren. Saya dan kawan-kawan saling berbagi persepsi terhadap setiap karyanya. Selain karya Sunaryo, saat itu ada pameran mengenai kecemasan yang terlihat dalam setiap karya seseorang yang sedang pameran di sana *saya lupa saat itu siapa senimannya ><*. Buat kami kami yang pada dasarnya anak psikologi, melihat karya seniman tersebut membuat kami berdiskusi mengenai kecemasan seperti apa yang ada di dalam karya seni tersebut. Khususnya buat saya dan oknum K yang lagi sama-sama kuliah di S2, berasa belajar banget jadinya😀.

page2

Setelah puas melihat karya seniman yang ada. Kami menjelajah ke bawah dan melihat ada coffee shopnya. Jadi buat yang butuh ketenangan, bisa banget dateng ke sini, karena emang tenang banget tempatnya. Selain itu di SSAS ini juga ada amphitheater. Amphitheater ini bisa digunakan untuk pertunjukan teater, konser musik, pembacaan puisi dan pertunjukan seni lainnya. Saya sendiri ingat bahwa saat pemutaran video mocca oleh swinging friend juga diadakan di sini. Buat kawan saya, ruang terbuka ini bisa dijadikan sebagai tempat berkegiatan organisasi secara outdoor.

20130220_145123

Di SSAS ini kita juga bisa beli cinderamata. Di sini dijual boklet, kartu pos, baju, tas, topi, mug, serta buku-buku yang berkaitan dengan karya seni. Berkunjung ke SSAS itu beneran bikin adem dan betah nongkrong lama. Kalau tidak ingat kami belum makan siang, curiga bakal lebih lama deh nongkrong dan ngobrol lama di sana. Suasananya adem, tenang, damai banget pokoknya.

page3

Untuk melihat karya seninya, kita juga hanya perlu menuliskan nama, alamat, dan juga alamat e-mail. Nantinya, kalau ada pameran atau kegiatan yang berhubungan dengan seni kita akan diberitahu.

sumber dari sini

 

4 thoughts on “Jadi Turis di Kota Sendiri: Selasar Sunaryo

  1. Pingback: Threshold – Ambang | Coklat dan Hujan

  2. Pingback: Kopi Selasar | Coklat dan Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s