Partisipatori

Kata “partisipasi” atau “partisipatoris” merupakan dua kata yang paling sering digunakan dalam pembangunan. Keduanya memiliki banyak makna yang berbeda. Berbagai kajian, dokumen, proyek, dan buku panduan menunjukkan tafsiran yang sangat beragam mengenai arti kata partisipasi. Menurut FAO, 1989b ada enam pengertian dari partisipasi. Pertama, partisipasi adalah kontribusi sukarela dari masyarakat kepada proyek tanpa ikut serta dalam pengambilan keputusan. Kedua, partisipasi adalah ‘pemekaan’ (membuat peka) pihak masyarakat untuk meningkatkan kemauan menerima dan kemampuan untuk menanggapi proyek-proyek pembangunan. Ketiga, partisipasi adalah suatu proses yang aktif, yang mengandung arti bahwa orang atau kelompok yang terkait, mengambil inisiatif dan menggunakan kebebasannya untuk melakukan hal itu. Keempat partisipasi adalah pemantapan dialog antara masyarakat setempat dengan para staf yang melakukan persiapan, pelaksanaan, monitoring proyek, agar memperoleh informasi mengenai konteks lokal, dan dampak-dampak sosial. Kelima, partisipasi adalah keterlibatan sukarela oleh masyarakat dalam perubahan yang ditentukannya sendiri. Keenam, partisipasi adalah keterlibatan masyarakat dalam pembangunan diri, kehidupan, dan lingkungan mereka. Pembangunan yang partisipatoris merupakan bidang yang baru. Oleh karena itu belum ada definisi yang dapat diterima secara global.

Menurut Kruks, 1983, dua alternatif utama dalam penggunaan partisipasi berkisar pada partisipasi sebagai tujuan pada dirinya sendiri atau sebagai alat untuk mengembangkan diri. Keduanya mewakili partisipasi yang bersifat transformasional dan instrumental dalam suatu proyek tertentu serta dapat terlihat dalam kombinasi yang berbeda. Partisipasi Transformasional, terjadi ketika partisipasi itu pada dirinya sendiri dipandang sebagai tujuan, dan sebagai sarana untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi lagi. Sebagai sebuah tujuan, partisipasi menghasilkan pemberdayaan, yakni setiap orang berhak menyatakan pendapat dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kehidupannya. Dengan demikian partisipasi adalah alat dalam memajukan ideologi atau tujuan-tujuan pembangunan yang normatif seperti keadilan sosial, persamaan dan demokrasi. Partisipasi Instrumental, terjadi ketika partisipasi dilihat sebagai suatu cara untuk mencapai sasaran tertentu. Dalam bentuk alternatif, partisipasi ditafsirkan sebagai alat untuk mencapai efesiensi dalam  manajemen proyek – sebagai alat dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan.

Metode yang digunakan partisipatif, yakni peneliti dengan masyarakat yang diteliti memiliki kesetaraan dan saling bekerjasama. Di sini  masyarakat (perwakilan) diposisikan sebagai peneliti atas kasus yang alaminya. Hasil yang diharapkan adalah adanya tindakan kritis untuk mendorong perubahan sosial yang memperkuat warga atau komunitas yang marginal. Umumnya metodologi ini digunakan oleh aktivis NGO dan intelektual organik (Abdur Rozaki).

Dibalik banyak istilah dan nama yang diberikan pada metode penelitian partisipatif, metode  ini dapat diklasifikasikan kepada 4 tipe utama, dimana setiap tipe memiliki gaya dan etos karakternya sendiri – sendiri, tipe tersebut adalah:
1. Observasi Peserta (Participant Observer).
2. Pemetaan Daerah Secara Cepat (Rapid Rural Appraisal – RRA).
3. Pemetaan Daerah Partisipatif (Participatory Rural Appraisal – PRA).
4. Penelitian Aksi Partisipatif (Participatory Action Research – PAR).

Negara atau organisasi dan peserta yang melakukan metode ini harus, dapat melakukannya secara luas, berpengalaman dalam teknik penelitian partisipatif dan  prosesnya, sehingga mereka dapat membuat kontribusi kreatif terhadap pengembangan metodologi proyek yang diselenggarakan. Bagaimanapun terserah kepada tim yang melakukan untuk memilih campuran metode yang sesuai dengan tempat penelitian dilakukan. Tidak setiap metode atau teknik yang dilakukan berdasarkan partisipasi; tetapi secara keseluruhan etos penelitian yang dilakukan harus partisipatif sehingga pertanyaan akhir kepemilikan dari pengetahuan yang didapat dari penelitian (yang harus dimiliki oleh komunitas dan bukan menjadi milik ahli peneliti) dapat menjadi pertimbangan penting.

Daftar Pustaka:
Sumber Buku
Mikkelsen, Britha. 2001. Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-upaya Pemberdayaan, Sebuah Buku Pegangan bagi Para Praktisi Lapangan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Sumber Internet
Penelitian Aksi Partisipatif. Diunduh pada tanggal 14 November 2012 
Teknik-teknik Riset Partisipatif. Diunduh pada tanggal 14 November 2012
Rozaki, Abdur. Riset Partisipatoris sebagai Riset Pembebasan. Diunduh pada tanggal 3 November 2012

Tulisan ini ditulis sebagai back up tugas dari metode penelitian kualitatif. Maklum, nyari tulisan dan teori yang ngomongin soal partisipatori ini agak susah soalnya. Usut punya usut, karena metode partisipatori ini memang yang paling simpel dan mudah. Siapa tahu tulisan ini bisa membantu orang lain agar nasibnya ga kayak saya kemarin saat dapet tugas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s