Empat Dekade

page

 

Empat Dekade lalu, tepat di tanggal 21 Januari, Mama dan Papa menikah. Melihat foto-fotonya mereka menikah di rumah orangtua Mama. Begitu melihat foto nikahannya, yang langsung terbayang adalah, itu pasti berat banget deh suntiangnya. Mama juga pernah cerita pusingnya tiga hari ga ilang-ilang. Weuw terbayang saya mesti olahraga ama persiapan fisik dulu nih kalau nanti nikah kudu pake adat Minang :)).

Begitu mereka menikah, tidak lama merekapun hijrah ke Palembang, karena Papa penempatan di sana. New life, new place, just both of them. Apalagi di sana juga tidak ada saudara, sehingga benar-benar memulai perjalanan awal pernikahannya emang cuma berdua. Butuh waktu sembilan tahun untuk mereka bertemu dengan kakak saya dan enam tahun berikutnya untuk bertemu dengan saya. It was a long journey for them.

Sekarang, sudah empat puluh tahun mereka bersama, udah ngeliat kedua anaknya jadi sarjana walau belum ada yang nikah :)). Untungnya orangtua saya ini udah kebal banget kalau ditanyain kenapa kedua anaknya ini belum pada nikah. Mereka juga bukan orang yang memaksakan kehendaknya, sehingga saya dan Uda (kakak dalam bahasa Padang) tidak tertekan dan dapat memaksimalkan diri mengejar impian kami masing-masing.

Banyak banget kebahagiaan yang sudah mereka berikan kepada saya. Saya bersyukur dapat menjadi anak Mama dan Papa. Kenangan yang tidak dapat dihitung banyaknya selalu membuat kami sekeluarga tertawa mengenangnya.

Thank you for all you did for me and Uda, I always love you Mama and Papa
Happy 40th wedding anniversary!!

Ira

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s