Aksara Kirana

Bayanaka adalah manusia yang memiliki kelebihan dapat melihat makhluk dari dimensi lain dan menggunakan telekinesis. Ketika seorang Bayanaka lahir ke dunia, di seperempat dimensi lain penjaganya juga lahir. Ia disebut Anggaraksa. Ikatan yg mereka punya adalah ikatan sampai mati. Mereka sejiwa dan saling mendengarkan pikiran satu sama lain.

Kirana adalah seorang perempuan yang memiliki kelebihan dibandingkan orang lain. Karena kelebihannya ini, ia dijauhi oleh teman-teman sekolahnya. Kirana tumbuh menjadi anak yang kurang pandai bergaul dan mengungkapkan pemikirannya. Sahabatnya hanya pamannya yang bernama Dimitri. Saat berumur 11 tahun, Paman Dimitri mengajak Kirana untuk bertemu penjaganya di dimensi seperempat. Nama penjaganya adalah Aksara. Sayang, Aksara berbeda dengan apa yang diimpikan oleh Kirana. Aksara hanyalah bocah pendek, dan kurus. Kini di usianya yang ke-18, Kirana kembali menemui Aksara yang telah menjadi pria dewasa yang gagah. Namun, lagi-lagi Aksara tidak sesuai dengan pengharapannya. Dia dingin, dan tidak bersahabat. Saat usianya 18 tahun, Kirana juga akan tinggal di sebuah tempat pelatihan dan pendidikan yang berada di dimensi seperempat. Nama tempat itu adalah Kalandra. Di ssana Bayanaka diajarkan untuk menjadi kuat dan dapat mempertahankan diri. Mereka diajari untuk bermeditasi dan menggunakan tenaga dalam. Selama berada di dimensi seperempat ini, Aksaralah yang menjadi penanggungjawab Kirana. Lalu tanpa sengaja Kirana menjalin persahabatan dengan orang paling berbahaya. Keselamatan umat manusia terancam. Terutama dirinya.

Saya memang tidak biasa membaca novel fiksi Indonesia. Novel fiksi Indonesia yang pertama kali saya baca adalah novelnya Kak Sitta Karina berjudul “Magical Seira”. Sekarang, saya dikenalkan dengan sebuah novel yang berjudul Aksara Kirana. Dari judulnya, awalnya sempet mikir ini adalah soal tulisan Kirana. Ternyata Aksara yang dimaksud di sini adalah nama orang😀. Di dalam novel ini, saya merasakan nuansa Jawa cukup kental di sini seperti penamaan tokoh, guru, dan gedung sekolahnya.

Membaca Aksara Kirana, membuat saya tidak bisa berhenti membaca. Mischa bisa membuat alur cerita yang bagus dan membuat pembacanya terbawa hingga akhir halaman. Ceritanya mudah dipahami dan tidak  bertele-tele. Konflik yang diberikan benar-benar diluar dugaan. Banyak kejutan yang terjadi dan membuat novel ini menarik untuk diikuti. Penyampaian konfliknya smooth dan tidak memaksa. Karakter Aksara dan Kirana yang dibangun disini sudah cukup bagus. Walau menurut saya karakter Aksara masih belum terlalu dalam pembahasannya karena lebih fokus kepada Kirana. Selain itu ada beberapa kata yang menurut saya “lokal” banget dan tidak ada keterangannya seperti kata “ADHD”. Buat saya yang kuliah di Psikologi tentu tahu maksudnya apa. Tetapi untuk orang awam, saya rasa tidak semua orang tahu kata itu.  Berhubung novel ini adalah self publishing, masih ada typo sedikit-sedikit, tetapi sejauh ini tidak mengganggu saat saya membaca novelnya😀. Buktinya, saya dibuat membaca hingga akhir dan tidak sabar dengan lanjutan kisahnya di buku kedua. Semoga segera keluar di tahun ini ya😀.

Mischa Indah Mariska, sang penulis novel ini adalah teman sekelas saya di Fakultas Psikologi UNISBA. Sebelumnya, saya suka membaca cerpen-cerpennya yang ada di blognya. Begitu tahu novelnya sudah publish, saya langsung memesan sekalian minta tanda tangan dia😀. Untuk yang mau pesan, silahkan ke nulis buku saja yah.

5 thoughts on “Aksara Kirana

  1. Nice review! Makasih iraho udah baca sampe bikin ulasan segala! Typo dan istilah “ADHD” memang yg paling banyak digonjang-ganjingkan pembaca hahaha. My bad…*phew
    So happy to read all the sentences. Siap perbaiki untuk buku dua. Nantikan😀
    Mmuaach!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s