Belitung (Hari Kedua)

Hari kedua ini dimulai dengan menunggu orang dari tempat tur untuk nganterin tiket dan check out hotel. Sebenarnya kita bisa jalan-jalan seputar hotel kalau mau. Saya baru sadar bahwa hotel ini dekat dengan pasar. Selain itu hotel ini dekat dengan pelabuhan dan pasar ikan. Buat yang mau keliling kota, di dekat pelabuhan ini ada klenteng yang bisa dikunjungi. Setelah menunggu hingga pukul 10.00, akhirnya kami memegang tiket pulang dan check out hotel.

Tujuan pertama pagi itu mencoba Mie Belitung. Mie Belitung yang paling terkenal di sini adalah Mie Belitung Atep. Mie Belitung ini terdiri dari mi, kentang, udang, timun, dan kerupuk. Kuahnya sendiri ternyata adalah kaldu udang dan cukup kental. Rasanya enak!! Kuahnya yang kental dan terasa manis. Benar-benar baru kali ini saya mencoba mie dengan cara penyajian yang berbeda. Selain mie, saya juga memesan es jeruk. Es jeruk di Belitung juga berbeda dengan es jeruk di tempat lain. Jeruk yang digunakan adalah jeruk kunci. Jeruknya juga segar karena begitu dipesan bari diperas. Melihat es jeruknya, saya pikir bakal asam, ternyata manis-asamnya pas!! Seger banget dikala cuaca Belitung lagi panas menyengat.

Dari Bakmi Atep, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat oleh-oleh. Kedua sahabat saya ini ternyata ingin ikutan beli kaos “Belitung” juga. Toko yang kami kunjungi masih satu jalan dengan Bakmi Atep dan tidak terlalu jauh. Saat di toko, saya iseng bertanya apakah di Belitung juga ada kain khasnya. Ternyata ada!! Namanya adalah kain Cual. Saat saya melihat bentuknya, mengingatkan saya dengan songket. Begitu dipegang, ternyata enteng, tapi begitu melihat harganya langsung kerasa berat. Harga kain Cual yang saya pegang itu Rp.3,500,000,- *pingsan*. Selain kain Cual, barang yang bisa ditemukan lagi adalah batu Satam. Batu Satam ini merupakan batu meteor yang hanya ada di Belitung. Batu satam yang besar berada di pusat kota dan digunakan sebagai icon kota. Harga sebuah batu satam yang digunakan sebagai cinderamata dihargai mulai dari Rp.100,000,-.

Puas melihat berbagai macam oleh-oleh, kita menuju Bukit Berahu. Sebenarnya Bukit Berahu ini adalah kawasan hotel. Banyak wisatawa datang, karena dari atas bukit ini kita dapat melihat birunya laut. Kita juga dapat turun ke bawah di mana terdapat cottage. Cottage ini terletak dekat dengan pantai. Pantainya kosong banget. Berasa pantai pribadi deh. Di sini kami puas nyelupin kaki ke air yang jernih. Selain itu pasir pantai yang putih membuat saya gatel pengen nulis nama. Bukti ini pantai sudah saya datangi :)). Dari kejauhan, kita dapat melihat perahu nelayan. Walau cuaca panas, tetap semangat bermain air.

Dari Bukit Berahu, tujuan kami selanjutnya adalah Pantai Tanjung Tinggi. Supir yang menemani kami selama dua hari ini, Pak Anwar ini baik banget. Beliau banyak memberitahu tempat-tempat yang bisa kami kunjungi kalau kembali ke Belitung. Beliau juga membolehkan kami berhenti sejenak untuk menikmati pantai di tengah perjalanan menuju Tanjung Tinggi. Pantainya benar-benar diselingi batu-batu besar. Rasanya pengen ngeluarin baju renang dan kembali main air deh!!

Pantai Tanjung Tinggi merupakan lokasi Syuting Laskar Pelangi. Pantainya berair tenang dan biru banget!! Pengen nyebur mulu deh bawaannya. Berhubung saya ke sini hari Minggu, udah pasti rame dan penuh pantainya. Di pantainya ada yang nyewain boat dan ban loh. Puas sudah yang mau main air. Di sekitaran pantai juga banyak tempat makan sea food. Β Makanannya super sekali!! Sea foodnya masih segar dan terasa manis. Makan siang kali ini ada kepiting pedas, udang goreng, ikan bakar, dan oseng kangkung. Enakkkk!!! Ambil nasinya dikit aja, biar bisa puas makan lauknya. Hahahahaha. Denger-denger dari Pak Anwar, sekali makan enak kayak gini, seorang cuma perlu bayar Rp.50,000,- aja gitu!!! Murah bener dah. Puas makan, saatnya melihat lokasi syuting Laskar Pelangi ini. Batu-batunya emang gede bener!! Sayang banyak sampah berserakan dan banyak yang mencoret-coret dibatu. Jadilah keindahan tempat ini tercemar. Kami menjelajahi mulai dari ujung ke ujung. Melihat batu-batu dan juga beningnya air. Dalam cuaca panas, masukin kaki ke air tuh beneran seger. Setelah banyak foto dan menaiki berbagai batu, saatnya kami pergi.

Hari mulai sore, sudah saatnya kami ke Bandara. Perjalanan menuju Bandara, kami tidak melewati kota. Kami melewati jalan lain. Kiri kanan kami hutan! Selain hutan, beberapa kali kami menemukan bekas penambangan timah. Sayangnya, berhubung mengejar waktu, kami tak sempat berhenti. Selain itu, kami juga melewati perkebunan kelapa sawit. Walau kiri kanan hutan, jalannya aspal dan mulus.

Perjalanan 30 menit menuju Bandara tidak terasa. Sampai di Bandara, Bandaranya belum buka :)). Jadi kita kudu nunggu bandaranya buka, ngeprint boarding pass, bayar pajak, dan menuju ruang tunggu bandara. Saat ngeprint boarding pass itulah kami dapat kabar kalau penerbangan delay satu jam jadi jam 17.00. Walau telat satu jam, saya salut nih sama Sriwijaya Air, karena kita dapet snack kotakan. Hahahaha bahagia ada cemilan sambil nunggu pesawat *lemah sama makanan*. Saat menunggu pesawat ini, sempat hujan badai loh di Belitung. Sampai hutan dibelakang landasan pesawat ga keliatan.

Menikmati Belitung dalam waktu dua hari, sudah pasti belum puas untuk saya. Masih banyak tempat yang belum di explore. Buat yang mau ke Belitung, saya mau loh kalau diajakin, apalagi kalau dibayarin :p. Saya harus kembali lagi ke Belitung.

One thought on “Belitung (Hari Kedua)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s