Belitung (Hari Pertama)

Belitung ini mulai terkenal sejak film Laskar Pelangi tayang. Kehidupan pariwisatanya mulai ramai dan objek-objek wisatanya sudah tentu berhubungan dengan film Laskar Pelangi. Mulai dari daerah Tanjang Pandan, Gantong, hingga Manggar. Kalau mau berlibur ke sini, saya menyarankan untuk tiga hari dua malam. Jadi saat tiba di Belitung bisa langsung ke Gantong dan Manggar. Hari keduanya ke Tanjung Pandan untuk jelajah pulau, dan hari terakhir bisa ke pantai Tanjung Tinggi dan makan seafood segar di sana.Β Saya sendiri hanya memiliki waktu dua hari di Belitung. Maklum, saya berlibur bareng dua sahabat yang sama-sama pekerja dan belum bisa cuti. Sudah tentu bagian Belitung Timur (Gantong dan Manggar) tidak sempat kami singgahi.

Kami bertiga naik pesawat Sriwijaya Air pukul 08.30 dari Jakarta. Untuk yang mau ke Tanjung Pandan, Bisa naik Sriwijaya Air ataupun Batavia Air. Sebelum pesawat turun, Saya dapat melihat bagian-bagian Belitung berwarna putih yang merupakan bekas penambangan timah. Saat turun pesawat, sekeliling masih berupa hutan! Jadi inget pengalaman saya dulu saat bandara Padang disekelilingnya masih sawah, berasa kayak mau turun diatas sawah soalnya =)).

Tiba di Belitung, kami memilih pergi ke hotel terlebih dahulu untuk ganti baju dan menaruh barang. Hotel ini terletak dekat dengan pasar dan juga pelabuhan. Walau bukan hotel berbintang dekat pantai, tetapi hotel ini terletak di tengah kota Tanjung Pandan. Jadi yang mau city tour bisa memilih hotel ini. Tujuan kami hari pertama adalah Island Hooping. Untuk itulah kami pergi ke Pantai Tanjung Kelayang. Dari sana kami menaiki boat menuju berbagai pulau.

Pulau pertama yang kami singgahi adalah Pulau Lengkuas. Di sini terdapat mercusuar setinggi 70m, 18 tingkat, dan 305 anak tangga. Baru kali ini loh saya naik ke Mercusuar :p. Untuk masuk ke dalamnya, kita kudu bayar Rp.5,000,-,kaki kudu bersih, dan ga boleh pake sendal. Dari jendela-jendela di dalamnya, saya dapat melihat berbagai sudut dari Pulau Lengkuas. Mulai dari melihat tempat kapal berlabuh, pulau yang terdiri dari batu-batu dan bisa sampai dengan berjalan kaki karena airnya dangkal, dan juga bisa melihat sekeliling pulau. Sampai di atas, panas banget!!! Berhubung ga pakai sendal, saya jadi ga bisa melihat keluar, karena lantainya panas TT____TT. Sampai saat ini, lampu suar masih hidup dan selalu digunakan setiap malamnya. Selama di Pulau Lengkuas, kita bisa makan siang, main di pantai, berenang, dan juga snorkeling. Buat yang suka ke kamar mandi, biaya kamar mandi di Belitung sadis banget, Rp.2,000,- sekali masuk kamar mandi. Selain itu, terkadang kalau kita ga bareng tour guide, usahakan sering ngobrol sama yang punya kapal agar tidak miss communication seperti yang saya alami. Saya baru tahu lokasi snorkeling yang bagus saat sudah jauh dari Pulau Lengkuas dan tidak bisa ke Pulau Pasir karena sudah keburu pasang TT___TT.

Puas menjajahi Pulau Lengkuas, kami memutuskan untuk makan siang di pulau yang lain. Hal ini dikarenakan sedaang weekend, Pulau Lengkuas beneran penuh banget, jadi ga nyaman buat makan siang di sana. Pulau yang kami kunjungi berikutnya ini, terletak dekat dengan Pulau Lengkuas. Di sini lebih sepi dan nyaman banget buat berenang. Makan siang kami terdiri dari nasi, cumi goreng tepung, tumis kangkung udang, kerupuk, sambal, dan buah jeruk. Walau lauknya cuma dua jenis, tapi beneran enak dan banyak efek kelaperan kayaknya. Kami makan sambil memandang laut. Berasa kayak cuma bertiga di pulau, yang lain sih numpang :)).

Setelah makan siang, kami menyempatkan diri ngobrol dan curhat. Kami bertiga ini jarang banget ketemu dan tinggal beda daerah. Karena itulah waktu liburan ini memang kita manfaatkan untuk ketemu dan berbagi informasi kehidupan yang ga seru kalo cuma diobrolin via what’s app. Sayangnya, kurang satu orang sahabat yang saat itu tidak bisa ikutan.

Selesai makan siang dan mengobrol, kami lanjut ganti baju agar bisa berenang dengan nyaman. Udah gatel pengen main air dari tadi, tapi karena belum ganti baju cuma bisa nyemplungin kaki doang. Selesai ganti baju, lanjut ke Pulau Batu Berlayar untuk main air. Di sini visibilitas untuk ngeliat bawah lautnya kurang bagus. Sayang banget deh. Saran saya, walau sudah menggunakan paket tur, ada baiknya kita juga rajin searching biar tahu informasi juga soal BelitungπŸ™‚. Β Puas main air, haripun sudah mulai sore, saatnya kembali ke pantai dan ganti baju untuk pergi ke tempat berikutnya.

Tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah Pantai Tanjung Pendam untuk menikmati sunset dan juga makan malam. Baru kali ini saya mendapatkan sunset setelah bolak balik gagal karena cuaca yang kurang bagus.

Di depan pantai ini banyak banget tempat makan. Kamipun memutuskan untuk makan malem disini sajaπŸ˜€. Maklum paket tur yang saya pesan ini tidak termasuk makan malam. Pesanan saya di sini adalah nasi goreng seharga Rp.10,000,- dan minumnya es campur semangkok penuh, seharganya Rp.10,000,-. Worth it banget karena porsinya emang banyak!!

Puas makan malam, kamipun beranjak untuk ke toko oleh-oleh. Tujuannya, biar saat packing besok ga ribet untuk menempatkan oleh-oleh di dalam tas. Saya sih membeli baju bertuliskan “Manggar kota 1001 warung kopi”, kerupuk ikan, dan juga abon teri. Setelah menelpon mama untuk memastikan, memang yang khas Belitung ini adalah abon terinya. Kalau kerupuk ikan, di Bandung juga adakan yah yang jualπŸ˜€. Untuk baju, saya lagi mengoleksi baju dengan nama tempat yang saya kunjungi sebagai bukti saya sudah pernah ke sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s