Menikmati Perjalanan

Menikmati perjalanan itu bisa menjadi mudah dan sulit. Tergantung dari sisi mana dilihatnya, tergantung bagaimana merasakannya. Kalau rencana perjalanan sesuai dengan perencanaan bisa jadi menikmati perjalanan tersebut. Bagaimana kalau serba tidak pasti dan tidak jelas, masih mampukah menikmati perjalanan?

Itulah yang kemarin saya rasakan saat berlibur ke Belitung. Menikmati perjalanan ditengah ketidakpastian bukan hal yang mudah, apalagi kalau teman seperjalanan juga tidak ada yang berkepala dingin menghadapinya, bisa jadi sepanjang liburan bete. Dari perjalanan ke Belitung, saya belajar untuk tetap menikmati perjalanan apapun yang ditawarkan perjalanan tersebut. Selain hal-hal indah yang akan saya tuangkan dipostingan berikutnya, saya juga mengalami banyak hal yang bikin elus dada dan tetep kudu senyum dan ikhlas ngejalaninnya.

Dimulai dari rencana jalan yang mundur tiga bulan, tiket baru ditangan saat H-1, tidak puas bermain di sana, supir dan pengemudi kapal yang kurang informatif, waktu ketemuan dengan pengurus tur yang telat datang untuk membayar hotel kami, dan delay pesawat selama 90 menit. Kalau saya terpancing bete, liburan kemarin akan jadi liburan yang menyebalkan. Cara biar ga bete? Yah dinikmatin. Kalau supir dan pengemudi kapal tidak informatif, ya kita yang harus menggali. Pengurus tur dateng telat, ya nikmatin aja dengan keliling disekitar penginapan atau kayak sahabat saya, ngeberesin kerjaannya di lobby hotel. Walau penginapannya bukan kelas berbintang, tapi dekat dengan pasar dan pelabuhan. Jadi kalau ga ada kerjaan dan pengen main ke klenteng atau muterin pasar, bisa dilakukan secara dadakan. Kalau pesawat delay? Itu resiko. Karena memang kita tetep kudu spare waktu diperencanaan pribadi kalau-kalau ada kejadian kayak pesawat delay dan ga kebagian travel saat mau pulang ke Bandung karena penuh.

Menikmati perjalanan adalah salah satu cara biar kita ga gampang bete dan malah merusak mood diri sendiri dan orang lain selama liburan. Saya selalu yakin, ditiap perjalanan ada pelajaran yang bisa diambil, ada yang ingin disampaikan. Bukankah apabila terlalu sesuai rencana jadi ga seru yah? Jadi berasa liburan sama kayak rutinitas karena sudah terjadwal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s