Menikah

Diumur awal 20-an ini, mau ga mau pertanyaan demi pertanyaan mulai banyak diajukan setiap ketemu siapapun. Mulai dari pertanyaan kapan lulus, udah punya pasangan apa belum, dan kapan nikah. Diawal-awal mungkin akan seru yah ngejawabnya, tapi kalo pertanyaan ini diulang-ulang kayak kaset rusak, errr,,, *garuk tembok*. Pertanyaan yang kayaknya bentuk perhatian atau basa basi ini bener-bener ngebuat jengah deh lama-lama. Saat saya dulu sedang skripsi, terima pertanyaan “kapan lulus?” itu menyebalkan banget. Udah emang belum selesai, stres karena ga maju-maju, dan ini ditanyain kapan lulus. Kalo saya lulus, pasti diumumin kok, minimal foto pake toga bakal saya pajang di FB. 

Saat lebaran kemarin, tiap ditanya udah lulus apa belum, akhirnya bisa dijawab dengan sumringah “sudahhh dong!!!”. Eh lanjut loh kepertanyaan berikutnya “udah kerja?” “kerja di mana?”, “kok mau langsung kuliah lagi sih?”, “ini kapan nikahnya?”. Om, tante, Uwa, Pak De, Bu De, Paman, Bibi,,,kalo sudah ada tanggalnya pasti bakal dapet undangan kok –“.

Hal ini pulalah yang menyebabkan saya belakangan ini ga akan bertanya ketiga pertanyaan itu ke temen-temen saya. Selain tahu ga enaknya ditanya begitu, saya juga ga mau ditanya balik. Mending nanya “Apa kabar?”. Toh nanti kita bisa mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu secara tersirat kok.

Memang, sebagai anggota masa perkembangan dewasa dini (21 -40 tahun) ada beberapa tugas perkembangan yang harus saya laksanakan agar bisa maju ke jenjang perkembangan berikutnya. Fokusnya di sini adalah untuk mencapai interdependensi emosional, sosial, dan ekonomi yang dipusatkan pada harapan masyarakat. Tugas perkembangan untuk dewasa dini ini adalah mulai bekerja, memilih pasangan, belajar hidup dengan pasangan, membina keluarga, mengasuh anak, mengelola rumah tangga, mengambil tanggung jawab sebagau warga negara, dan mencari kelompok sosial yang cocok. Untuk umur saya, empat tugas perkembangan di depan sering sekali ditanyakan. Mengenai bekerja, saya sudah bekerja loh walau sebagai associate dengan jam kerja yang tidak menentu.

Kalau soal menikah,,, hmmm,,,
Belakangan memang sering banget kepikiran soal yang satu ini. Gimana ga kepikiran kalau di home FB mulai banyak undangan untuk datang ke nikahan teman, mulai banyak foto bayi serta balita yang bertebaran. Saya tahu sudah waktunya saya menerima kenyataan bahwa saya harus menghadapi hal ini dan mulai ditanyakan mengenai “kapan menikah?” –____–.

Kalau ditanya kapan sih, ya pengen secepatnya. Apalagi mengingat umur saya, kaka saya, dan orangtua saya yang sudah cukup matang untuk hal ini. Dulu sih punya target pengen nikah sebelum umur 25 tahun. Alesannya biar kalo punya anak bisa begaol bersama *ealah ternyata cetek*. Sekarang? Saya memilih untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke magister untuk mengejar impian menjadi psikolog. Tentunya hal ini membuat rencana umur pernikahan saya jadi tertunda. Maklum, setelah lulus, tentu saya pengen mencicipi dunia kerja dulu, senang-senang dengan uang hasil keringat sendiri. Hal ini saya lakukan agar tidak ada penyesalan ketika sudah menikah nanti. Saya tidak ingin ada kata-kata “coba dulu saya jalan-jalan dulu, sekarang mah boro-boro mikirin jalan-jalan” atau “duh pasangan itu kok enak yah begini begini, saya engga”.

Selain itu, saya sadar betul bahwa menikah itu ga ngomongin soal lamaran dan pestanya doang. Banyak kegiatan lain yang menanti setelahnya. Banyak pos-pos yang harus disiapkan. Saya harus siap soal itu. Ketika mikirin soal itulah, saya kok yah jadi ngerasa belum siap yah? Masih banyak yang ingin saya selesaikan dulu sebelum menikah, masih banyak yang harus disiapkan juga agar puas lahir dan batin.

Jodoh, rejeki, dan kematian itu sudah digariskan, manusia tinggal berusaha. Kalo memang jalannya seperti ini, mari kita jalankan dengan ikhlas dan bersuka ria.

sumber teori: Life Span Development jilid 2, Santrock.
sumber gambar: disini  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s