Rumah Cokelat

Jagain Ibu ya, Nak, hormati perempuan.. Menyakiti mereka sama dengan menyakiti Ibu.
-Pesan Wigra untuk Razsya- 

Ini adalah novel terbaru karya Sitta Karina. Berkenalan pertama kali dengan Sitta Karina melalui novel Lukisan Hujan cetakan pertama. Kenapa saya sebut cetakan pertama? Karena novel Lukisan Hujan cetakan pertama ini saya beli karena chemistry yang terjadi antara saya dan novel ini. Apalagi dengan cover lukisan pemandangan gunung dengan hujan membuat saya tertarik membelinya. Kemudian mulai menyukai kisah keluarga #hanafiah lainnya dan berakhir dengan mengkoleksi semua novelnya.

Rumah cokelat adalah novel dengan genre yang baru. Apabila dahulu Mbak Arie (Panggilan Sitta Karina) menulis novel teenlit dan juga chicklit, kali ini genre yang diusung adalah momlit. Walau saya belum berkeluarga, toh novel ini tetap saya beli dengan alasan tertarik dan juga melengkapi koleksi novel karya Mbak Arie. Novel-novel Mbak Arie ini membuat saya selalu berpikir ketika sedang dan selesai membacanya. Isinya mudah dipahami dan tidak menggurui.

Novel ini bercerita mengenai kehidupan keluarga urban dengan berbagai permasalahannya. Hannah Andhito adalah tipikal perempuan masa kini di kota besar; bekerja di perusahaan multinasional, mengikuti tren fashion dan gaya hidup terkini sambil berusaha menabung untuk keluara kecilnya, sangat menyukai melukis dengan cat air, memiliki Wigra si suami yang tampan dan family oriented, sahabat SMA yang masih in touch, serta si kecil Razsya yang usianya jalan dua tahun. Sounds perfect yah!! Tapi kemudian, ia sempat mendengar gumaman Razsya saat tidur yang mengatakan bahwa ia sayang dengan pengasuhnya. Saat itu Hannah mulai menyadari ada yang salah dengan ini semua; bagaimana Razsya yang memiliki banyak mainan sebagai kompensasi mereka tidak ada karena bekerja atau bagaimana Hannah yang terkadang ingin menikmati me time saat akhir minggu atau sibuk berkutat dengan gadget-nya tetapi Razsya ingin diperhatikan olehnya. Selain mengenai Razsya, masalah yang diungkap di sini adalah ribetnya keluarga kecil ini tinggal dengan ibunya Hannah dan  perbedaan sikap Hannah ke Razsya dengan sikap Eyang Yanni ke Razsya. Ga hanya itu, hubungan suami-istri Hannah dan Wigra yang memiliki banyak tantangan baik dari pekerjaan maupun orang ketiga.

Komplit banget masalah yang ingin diungkapkan Mbak Arie di novel ini. Walau saya masih single alias belum menikah, tapi saya masih bisa in touch banget sama novel ini. Efek udah berumur twenty-something kali yah? Jadi memang ada ketakutan-ketakutan saya tertuang dinovel ini. Bagaimana ketika saat berkeluarga, saya masih ingin menggeluti passion saya? Bagaimana ketika harus membagi waktu ketika  memiliki anak? Bagaimana urusan pendidikannya dan tumbuh kembangnya nanti? Bagaimana kalo pola asuh ternyata ga baik untuk tumbuh kembang anak? Haduh efek belajar perkembangan di bangku kuliah kali yah dan juga melihat beberapa kasus klinis dan juga bahan praktikum yang kesemuanya berujung di pola asuh membuat saya kadang makin deg-degan. Kayak parno duluan. Hahahahaha. Apalagi saya tahu banyak banget kondisi yang harus diawasi ketika anak berada di dalam golden age-nya yaitu saat umur 1-5 tahun.

Eh kok jadi meracau dan curcol yah?😀 *sungkem dalem-dalem*. Membaca novel ini membuat saya merasa tercerahkan dan juga excited untuk melihat seperti apa yah saya nanti ketika menjadi istri dan ibu. Memang ketakutan kayak di atas itu ada, tapi seperti kata Wigra:

“Kalau ada kesulitan sedikit, coba dijalani dengan ikhlas. Kalau ada kebahagiaan walau kecil, sebisa mungkin dinikmati.Intinya menjalani hidup dengan sadar, tapi tidak terbebani.”

Di novel ini juga, saya belajar bahwa masalah itu terkadang ada untuk dinikmati, tidak hanya dijadikan beban. Masalah akan terus berdatangan selama kita masih hidup. Beradaptasi dan beradjustment  memang harus dilakukan sepanjang kita hidup.  Just like Wigra once quoted “life is also about dancing in the rain“.

One thought on “Rumah Cokelat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s