Berlibur Kilat di Jambi: Hari Pertama

Tanggal 8 November kemarin gw berkesempatan untuk pergi Ke Jambi. Liburannya bisa dibilang kilat banget. Jadi pergi dari Bandung tanggal 8 pagi naek Cipaganti untuk ke Jakarta. Gw berangkat menggunakan pesawat jam 14.45. Perjalanan Jakarta-Jambi ditempuh dalam waktu 1 jam. Jadi nyampe di bandara Sultan Thaha Jambi jam 15.45. Sampai di Jambi nganterin uwa dulu ke hotel, kemudian pulang ke rumah sepupu buat naro barang, mandi, dan shalat. Di perjalanan menuju rumah sepupu ini, gw sempet ditunjukin daerah pemerintahannya. Bangunan kantor Gubernurnya, keren banget. Udah kayak gedung putih! Gede banget. Halamannya juga luas, bedanya gedung gubernur catnya warna coklat muda dan arsitekturnya lebih melayu. Tadinya kalo ga tahu malu, pengen deh minta brenti bentar ke Om dan foto-foto di depan kantor Gubernurnya. Bangunan museumnya juga keren loh, sayangnya nampak lagi di renovasi. Gw juga dibuat kagum sama luasnya lahan rumah orang di Jambi. Tanahnya luas banget dengan bangunan rumah yang kecil. Kata tante gw, tanah di Jambi itungannya masih murah, karena itu pekarangannya gede-gede. Kalo di Bandung udah bisa jadi 4 atau 6 rumah. Sehabis maghrib, gw, uwa, dan om sekeluarga makan di restoran bernama “Pondok Kelapo”.

Di Restoran “Pondok Kelapo” ini kita bisa duduk di kursi atau memilih untuk lesehan. Tempatnya kata gw keren banget! Jadi konsep restoran ini adalah makan di taman, jadi dipetak-petakin gitu tempat untuk makannya. Untuk anak-anak ada tempat bermain seperti ayunan gitu, kemudian bangunan mushalanya cakep deh, kayak rumah panggung gitu. Untuk makanannya, kita memesan gurame bakar, goreng, udang galah (kalo saya ga salah nama jenis udangnya), tumis kangkung hotplate, burung dara (karena saya dan sepupu belum pernah nyobain), dan tumis jamur. Nasib orang gunung yak nemu seafood, kalap bawaannya!! Hahahahaha. Apalagi rasa daging udang dan ikannya masih manis, kerasa segerrr banget!! Untuk minumannya, gw memesan jus sirsak yang bener-bener sirsak di blender. Jus sirsaknya jadi ga banyak air-nya gitu, minum jus-nya aja udah bisa bikin kenyang.

Puas makan, kitapun menyusuri kota Jambi. Maklum, takut besok ga sempet. Malam itu gw ditunjukin daerah Pasar Angso Duo, kemudian melewati yang namanya “Ancol” yang berada di tepian sungai Batanghari. Jadi semacam tempat nongkrong, ada tempat untuk duduk-duduk memandangi sungai, di pinggir jalannya, banyak kaki lima yang menjual jagung bakar. Selain itu kita juga melewati Masjid Agung Al-Falah atau yang terkenal dengan sebutan Masjid Seribu Tiang karena banyaknya tiang di dalam masjid ini. Keunikan dari Masjid Seribu Tiang adalah tidak adanya pintu dan jendela. Kalau malam hari, lampu-lampunya membuat masjid ini jadi indah banget. Lagi-lagi saya ingin berhenti dan berfoto di depan masjid ini. Walau sayangnya, begitu selesai Isya, masjid ini langsung ditutup dan gelep.

*bersambung*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s