Badan ini Tidak Bisa Dibelah

Ah lagi-lagi saya merasa bisa melakukan semuanya dalam satu waktu, merasa saya punya nyawa dan badan tujuh sehingga dikorbankan satu tidak masalah. Tentu saja semua itu tidak nyata. Saya berhadapan dengan kenyataan itu. Semalam merupakan kepanikan dan kehebohan sendiri di dalam kepala saya. Membuat saya harus memilih, menimbang, dan memutuskan. Akhirnya sayapun membuat batas waktu pilihan. Ketika sampai waktu yang ditentukan tak ada kabar, saya berpikir “mungkin tidak jadi, ya sudah”. Sayapun mengalihkan apa yang harus saya lakukan hari ini ke rencana B. Kemudian rencana A muncul kembali ditengah saya tidur. Ketika hal itu dibenturkan, tetap sakit ternyata😦.

Selama ini saya selalu berusaha membuat timeline agar hal-hal seperti ini tidak terjadi. Ah ternyata tetap ada yang terlewat. Menjadikan diri saya bisa menjadi orang yang menyebalkan. Saat pagi ini saya berpikir jernih, keputusan tepatkah yang saya ambil semalam? Benarkah keputusan saya ini? Ah saya benar-benar hanya manusia biasa.

Saya tetap harus sadar, badan ini tidak bisa dibelah, saya tidak punya pintu ke mana saja, ataupun berapparate dan dissaparate. Ini dunia nyata, manusia terkadang harus membuat pilihan. Semoga saya menjadi lebih baik lagi, aamiin.

 

One thought on “Badan ini Tidak Bisa Dibelah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s