It’s called Freedom


Sidang skripsi di Fakultas saya ini dimulai pada tanggal 10 Agustus 2011 dan berakhir tanggal 18 Agustus 2011. Hari itu, tanggal 12 Agustus 2011, saya akhirnya melalukan pertanggungjawaban atas penelitian yang saya buat atau sidang skripsi. Jam 08.00 saya sudah standby di fakultas dengan memakai baju formal (kemeja, rok panjang, blazer, dan sepatu flat hitam) dan tidak ketinggalan memakain kerudung (maklum kuliah di universitas Islam, saat sidang begini diminta pake kerudung). Sesi hari ini hanya ada sesi pagi dengan dua ruangan yang dipakai. Ruang sidang 1 dan ruang sidang 2. Total 1 ruangan akan dipakai 3 orang secara bergantian. Total akan ada 6 orang yang disidang hari ini. Sidang dimulai pukul 09.00 dengan pembukaan selama 5 menit terlebih dahulu. Saya kebagian disidang pertama. Jadi begitu beres pembukaan, ambil skripsi dan balpoin, kemudian nunggu aba-aba dan dipanggil masuk.

Setelah mengetuk terlebih dahulu, masuklah saya ke ruang sidang 1 dan mengucapkan salam. Ruangannya dingin banget! Bukan, bukan cuma efek tegang, tapi efek AC yang edan banget dinginnya. Ngegeret kursi, duduk tegang dan memandang penguji serta pembimbing (pengen teriak, “Ibuuuu belaa akuu yahhhhh” #lebay). Penguji 1 langsung mengatakan “coba baca abstraknya”, dengan suara bergetar abstrakpun saya bacakan dan dalam hati selalu mengulang kalimat “tenang Ra, tenang,,,3,33,,,3,33”. Kemudian pertanyaan dari penguji 2 dan penguji 1 pun dimulai. Berasa dikulitin deh itu skripsi. Ada yang mampu saya jawab, ada yang ngeblank, ada yang bikin cengo, ada yang jebakan betmen. Ampe mulai susah ngontrol muka TT___TT. Paling bodoh adalah saat ditanya soal “motivasi itu artinya apa?” Jeger!!!! Kuliah 5 tahun oi di Psikologi dan pertanyaan mudah ini terlewat begitu saja karena ketegangan yang memuncak dan membuat teori-teori itu menghilang dari kepala. Duh malu banget deh itu. Pengen teriak “keluarkan aku dari siniiiiiii” saking stresnya. Makin stres ketika pintu ruangan disebelah saya tergeser terbuka, yang berarti teman saya yang sama-sama masuk pertama sudah keluar. Mulai mikir aneh-aneh dan ga konsen. Akhirnya 10 menit kemudian saya dipersilahkan keluar.

Begitu keluar, kawan-kawan terbaik saya selama kuliah sudah menunggu dan bertanya-tanya. Saat menatap mereka yang ada saya malah berkaca-kaca. Saking stres dan terbawa hormonal (yes it’s called PMS) jadi 5 menit pertama adalah menenangkan diri dulu. Setelah tenang baru deh bisa ngobrol dan menceritakan apa yang terjadi di dalam. Kemudian menelpon mama dan pasangan buat ngasi tahu kalo saya sudah keluar dari ruang sidang. Lihat ke kanan eh kakak ketemu di kampus lagi duduk manis di sana ngobrol sama temennya yang juga baru beres disidang. Hihihi ngeliat dia yang duduk di sono nungguin saya dan temannya sidang, serasa wali kita berdua banget!! Huff lega dan mulai pasrah dengan hasil. Mulai goyah dengan 3,33😦, tetapi tetap berharap walau sudah tidak penuh lagi. Mulai terpikir apapun yang terjadi yang pentingΒ  saya lulus. Kejamnya lagi yudisium itu baru diucapkan setelah jumatan. Huwaaaa deg-degan >,<.

Setelah beres jumatan, bagian akademik mengumpulkan keenam orang yang baru saja disidang, masuklah kami kembali ke ruang sidang. Kawan dan teman ikutan masuk ke ruang sidang dan ikut deg-degan mendengarkan hasil yudisium. Saya giliran pertama yang disebut “Saudari Dwie Rahmatanti dengan mempertahankan skripi berjudul studi mengenai self regulation pada mahasiswa underachiever di Fakultas Psikologi UNISBA mendapatkan nilai 3,05 atau B dan berhak memakai gelar kesarjanaannya”. Mendengar itu lutut lemas dan pingin pengsan rasanya. Bucat bisul!! Akhirnya,,,,saya sudah lulus dan menyandang predikat sarjana psikologi atau S.Psi.

Menempuh 5 tahun kuliah dan diakhiri dengan 1 jam persidangan mempertanggungjawabkan penelitian yang dibuat selama 2 semester. Setelah semua itu berakhir, saya bisa dengan bangga mengatakan bahwa I AM FREE!!! Tugas dan kewajiban saya untuk jadi sarjana sudah saya tunaikan. Apa yang saya lakukan berikutnya, langkah saya selanjutnya adalah hak saya untuk menentukan. Karena itulah begitu selesai pendidikan sarjana saya ini, saya mengatakan bahwa ini adalah kebebasan saya yang pertama. Ini adalah kado ulang tahun saya yang kedua untuk diri saya sendiri. It’s called freedom for me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s