Selamat Ulang Tahun, Mama

Selamat ulang tahun ma, semoga panjang umur dan sehat selalu.

Beliau yang selalu ada sepanjang saya hidup. Selalu ada dan tahu kapan saat saya lelah dan butuh ketenangan. Beliau memang jarang bertanya mengenai masalah saya, saya juga jarang membicarakan masalah pribadi saya. Tetapi saya tahu beliau selalu mengawasi saya, dari jaraknya sendiri. Beliau juga tahu kebiasaan buruk saya saat saya sudah tidak mampu bertahan dengan semuanya. Saking hapalnya, beliau kadang langsung bertanya kalo tanda-tanda itu muncul.

Saya kadang suka iri sama mama yang serba bisa. Tipikal ibu rumah tangga yang bisa mencuci dengan baik, tahu cara memasak, menjahit, hingga memotong rambut. Sampai-sampai saya merasa malu karena hal-hal di atas belum bisa saya lakukan. Masakan mama benar-benar favorit tidak hanya untuk keluarga kami saja, tetapi keluarga besar, teman-temannya serta teman-teman saya bahkan pasangan saya.

Berhubung darah Minang mengalir deras di tubuhnya, mama juga kadang gatel untuk mencoba-coba membuat usaha. Walau tidak terlalu berhubung dengan keuntungan, tetapi beliau senang menjual hasil sulamannya yang sudah menumpuk kepada teman-temannya. Dulu saat kami masih tinggal di Surabaya, mama senang sekali berjualan kerudung dan juga topi untuk memakai kerudung. Berhubung papa dulu bekerja di Jakarta, saat mama menengok papa ke Jakarta, mama juga selalu membeli berbagai kerudung dan mukena dari TA (Tanah Abang) untuk di jual kembali di Surabaya. Mama selalu menjual barang dagangannya kepada teman-temannya.

Selain itu beliau juga kadang-kadang menjual rendang paru hasil bikinannya. Menurut beliau jarang ada yang bisa membuat rendang paru. Hasil masakan beliau ini bahkan sampai di bawa ke luar negeri oleh seorang teman uwa. Tetapi ketika disarankan untuk memasukkan masakannya ke rumah makan, mama akan menjawab ‘mau bikin sesuai pesanan aja! Bisa ga masak kalo tiap hari ngerendang’. Tidak hanya rendang, kadang kue-kue basah mamapun banyak yang mencari. Contohnya saka kedua sahabat saya di kampus yang senang dengan risoles buatan mama.

Melihat mama yang selalu santai tetapi tetap gigih menghadapi masalah hidupnya, membuat mau tidak mau sayapun tertular. Membuat saya mampu berpikir positif bahkan di saat negatif sekalipun. Beliau mengajari saya bahwa hidup itu pasti penuh dengan permasalahan dan harus kita hadapi. Cara menghadapinya dengan tenang, tetap santai, dan dinikmati.

Selamat ulang tahun ya mama, maaf anakmu ini masih belum berbakti penuh untukmu, bahkan hadiah yang kau tunggu-tunggupun belum dapat saya serahkan, mungkin hadiah ini untuk papa nanti. Semoga mama senantiasa sehat dan berumur panjang hingga dapat melihat cucu-cucunya nanti, semoga selalu bahagia ya ma. Peluk dan kecup dari anakmu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s