Melarikan Diri Ke Pulau Tidung (Bag. 1)

Awalnya, gw sedikit kecewa karena gagal ke Karimun Jawa dan malah berakhir dengan liburan tahun baru ke Pulau Tidung. Tapi dengan berbesar hati dan menanamkan pikiran serta menghibur diri dengan mencari tahu soal pulau yang berada di daerah Kepulauan Seribu ini, ternyata pulau yang satu ini menarik!

Fotogeniknya Tidung - Photo taken from Teh Wanda

Jadi saya bersemi backpackeran lagi bersama 5 orang anggota dari Pangandaran Ceria plus 10 orang baru. Beneran yah ini pengumpulan anggota udah berasa MLM, menarik banyak orang demi mendapat harga semurah-murahnya :p.ย  Rombongan ini terdiri dari 9 cewe dan 7 cowo . Berangkatnya kembali menggunakan 2 kloter serta 2 tim. Tim pertama adalah 12 orang yang berangkat dari Bandung menggunakan mobil sewaan elf seharga 800.000 dan tim kedua adalah 6 orang yang berangkat dari Jakarta dan kami semua bertemu di satu-satunya pom bensin di Pasar Ikan Muara Angke. Kloter pertama adalah 14 orang yang datang tepat waktu dan sudah menaiki kapal pukul 06.30 dan sampai di Tidung pukul 10.00. Kloter kedua adalah 2 orang yang tidak dapat naik ke kapal berhubung kapal telah penuh dan tidak diperbolehkan naik ke kapal sehingga kedua orang ini baru bisa naik kapal selanjutnya yaitu pukul 10.00.

Oia, soal Pasar Ikan Muara Angke nih, gw beneran amazing *bukan karena kagum tapi karena shock*. Ini pasar beneran becek, item ama lumpur jalannya, bau *ini bau ampe masuk aja gitu ke dalem mobil*, dan aer di lautnya coklat. Serius ga ada indah-indahnya. Hal-hal kek gini sedikit terobati pas liat banyak ikan, udang gede-gede, dan cumi yang dijual seger disepanjang jalan. Gw menyarankan jangan pake baju yang bagus-bagus plus sendal ato sepatu hak. Bisa nangis darah itu kalo rusak dan lagi kita bakal bermandi keringat. Pake pakaian yang nyaman di pake deh. Naek ke kapal aja sedikit memanjat๐Ÿ˜€. Dan berhubung lagi musim liburan, jadilah ini kapan penuh sesak!

Sesampainya di Pulau Tidung kita langsung disuguhi pemandangan laut berwarna hijau! Indah banget. Begitu turun dari kapal yang membuat gw tepos efek penuh dan sulit bergerak, gw harus mempersiapkan KTP yang diperiksa oleh petugas gitu. Resmi udah berasa TKW -___-!!. Dari Pelabuhan ke Penginapan yang berupa rumah penduduk ini, kami harus berjalan kurang lebih 500m. Saat berjalan, gw melihat hp gw dan selamat!!! gw jauh dari peradaban teknologi bernama sinyal. Sinyal yang kuat di Pulau Tidung ini hanya dari Indosat karena hanya ada 1BTS saja di sana. Untuk telkomsel, kudu mengarah ke pantai untuk dapat sinyal sekedar 1-3 bar, sedangkan XL ilang sama sekali. Jadi bisa dibilang liburan kali ini gw seperti melarikan diri sejenak dari kenyataan.

Sampai di Rumah penduduk ini, ternyata kita disediakan 2 rumah, satu untuk para cewe yang terdiri dari 2 kamar tidur berAC dengan kamar mandi di dalam, 1 tv, 1 tambahan tempat tidur di depan tv, dispenser, kulkas,ย  jemuran anduk, dan ada ruang tamunya gitu yang digunain buat tempat berkumpul barengnya rombongan. Sedangkan rumah satu lagi, adalah untuk cowo yang ternyata hanya mendapat 2 kamar tidur berAC dengan kamar mandi di dalam serta tv di setiap kamar. Yang membuat gw bahagia adalah kita pada dapet sepeda!!! Ah sudah lama ga menggoes sepeda efek tinggal di Bandung yang jalannya mendaki gunung turuni lembah ini. Begitu naro tas, 6 orang segera mengambil sepeda dan sedikit berjalan-jalan mengelilingi pulau.

Puas berjalan-jalan kita segera kembali ke rumah karena 2 orang cowo ini harus ke mesjid untuk shalat Jumat. Oia sampai di rumah yang menjadi tempat kami menginap ini, sudah tersedia aja makan siang. Padahal jam di dinding masih menunjukkan pukul 11.00, jadilah kita semua yang notabene belum sempat sarapan ini memutuskan untuk makan siang dipercepat. Apalagi para cowo, sudah kalap begitu liat makanan telah siap dan di tata rapi di meja. Begitu jam 11.30 cowo-cowo ini pada pergi ke mesjid, sedangkan yang cewe-cewe? tidur nyenyak deh di rumah :p. Selain efek pegel, tim pertama yang dari Bandung pada kurang tidur efek berangkat jam 2 dini hari.

Rumah Penduduk yang kita pake - Photo taken from my camera and Kak Anu

Sekitar pukul 14.00 cewe-cewe sudah puas tidur dan saatnya menjelajah pulau kembali! Melihat jadwal, kita memutuskan menuju Pantai Timur untuk melihat jembatan cinta dan menuju Pulau Tidung Kecil.ย  Pantai Timur ini menurut gw indah banget!! Sejauh mata memandang bisa negliat laut, tambak kerapu, Pulau Tidung Kecil, Jembatan Cinta, orang-orang yang lagi maen banana boat, loncat dari jembatan cinta, pokoknya tempatnya oke banget buat narsis :p. Cowo-cowo pada tepar beres shalat Jumat dan baru menyusul pukul 16.00 dan kasiannya adalah mereka ga dapet sepeda efek kempes dan dipake orang lain, jadilah mereka pada jalan sejauh 2,3km ke Pantai Timur๐Ÿ˜€. Setelah semua rombongan lengkap, barulah kita menyusuri jembatan cinta ini menuju Pulau Tidung Kecil. Kalo pada penasaran kenapa disebut jembatan cinta, gw ga tahu, bahkan pemandu kitapun ga ngerti kenapa tuh jembatan kudu dinamain jembatan cinta. Jembatan cinta ini kata gw jaraknya adalah 700m, dan semakin menuju Pulau Tidung Kecil jalannya makin horor! Udah ga ada pegangannya, jalannya bolong-bolong dan kita bisa liat langsung aja gitu ke bawah yang notabene aer. Walau dangkal, tetep aja aer!!! Soal Pulau Tidung Kecil, Di sini ada makam panglima hitam, tapi kita ga nyari dan malah asyik berfoto-foto di deket pantainya sambil menunggu matahari tenggelam :p. Sayang saat itu kita ga bisa lihat sampai mataharinya beneran tenggelem, efek ketutup awan๐Ÿ˜ฆ.

Pantai Timur - Photo taken from my camera

Pulang dari Pantai Timur dan Tidung Kecil, di rumah udah disediain aja gitu makan malem. Langsung deh itu pada kalap makan, khususnya para cowo yang harus menempuh perjalanan bolak-balik dengan berjalan kaki. Ditambah dengan makan malam berupa kangkung, resmi nih cowo-cowo pada tepar. Tinggalah kita cewe-cewe yang juga mulai mngantuk. Cewe-cewe ini akhirnya memutuskan buat tidur sejenak hingga pukul 23.00 dan bangun untuk melihat kembang api dan bercengkrama sekalian menunggu pergantian tahun pukul 24.00. Walau kembang apinya ga seheboh di kota, tetep aja ada kembang api. Kerennya adalah kita kebetulan pada duduk di taman kecamatan dan sekeliling kita pada menyalakan kembang api. Jadi mo muter-muter tetep akan terlihat kembang api! Udah mulai bosen liat kembang api dan kantuk kembali menyerang, akhirnya kita memutuskan kembali menuju rumah dan tidur.

Photo taken from Nadya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s