Siraman Jiwa

Ditengah kebosanan dan kegalauan saya di pagi ini, saya mendapatkan pesan singkat *sms* yang bertuliskan “URGENT!”. Mau tak mau, dengan perasaan tak menentu, dan membawa kebosanan hari ini, saya pergi ke D’cost setelah dijemput mendadak oleh Eda. Isi sms bertuliskan awal urgent itu adalah mengatakan agar kami kumpul ke D’cost seafood pukul 11.30 *yang saat saya menerima sms itu adalah pukul 11.48, berangkat pukul 13.00 dan sempat malu dan takut udah keburu beres acaranya* karena seseorang ingin mengobrol. Beliau ini adalah Bapak yang mempertemukan saya dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga saya, R2C-FAJAR melalui program awal untuk kami yang masih siswa berbaju putih abu-abu.

Sesampainya di D’cost ternyata terdapat forum guru juga yang telah lebih dulu di bentuk dan saya bertemu dengan seorang guru yang sangat saya hormati sampai saat ini *udah lama yah bu, kita ga ketemu :)*. Ternyata Bapak yang memang berkonsentrasi pada bidang pendidikan ini sedang membicarakan apa yang beliau lakukan setelah pensiun menjadi dosen. Beliau masih aktif untuk memperbaiki pendidikan di negeri ini dengan usahanya sendiri dan tampa campur tangan pemerintah. Saya yang datang telat ini hanya mampu mendengarkan dan berpikir. Setelah beliau selesai mengobrol dengan guru-guru dan beramah tamah dengan mereka, guru-guru inipun segera pamit mengingat saat itu waktu telah menunjukkan pukul 13.30.

Kemudian beliau masih menyempatkan untuk berbincang dengan kami yang lebih muda *walo ada yang sudah menikah dan punya anak, tetap kaum muda yah akang-teteh? :D*. Beliau mengatakan bahwa sedang menulis sebuah buku, bagaimana beliau merasa bahagia diingat oleh beberapa orang muridnya, bagaimana beliau sedih melihat pendidikan di negeri ini yang semakin komersil, dan banyaknya orang dewasa yang tidak dapat membaca dengan baik. Saya dan 2 orang teman saya mendiskusikan sebentar yang dimaksud dengan beliau tidak dapat membaca dengan baik seperti masih terbata-bata saat membaca, artikulasi, kemudian bagaimana mengerti apa yang di baca, jadi tidak hanya sekedar membaca huruf.

Beliaupun lagi-lagi secara tidak langsung membagi pengetahuannya dengan kami semua, dan saya lagi-lagi tersadar bahwa saya haus akan ilmu dengan pendekatan kekeluargaan seperti ini. Saya kembali diingatkan bahwa sukses seseorang itu tidak berarti menjatuhkan orang lain. win-win solution does exist!! Menyukseskan orang lain dan dengan sendirinya akan membawa kesuksesan kepada kita sendiri, bahwa kebahagiaan itu akan datang sendiri bila kita berbuat baik dan bijak.  Bahwa saya masih harus terus belajar, belajar, dan belajar. Karena tidak hanya murid yang perlu belajar, setiap orang harus terus mengupgrade dirinya agar dapat menjadi lebih baik lagi. Bahwa ketika kita mencintai apa yang kita lakukan, ia akan berbalik mencintai kita. Karena apa yang kita lakukan dengan senang dan enjoy, akan memudahkan apa yang kita kerjakan.

Akhirnya ditengah kebosanan, kemalasan, dan juga kepenatan saya beberapa hari ke belakang ini, saya mendapatkan siraman jiwa yang mulai mengering ini, kuncinya tetap 3B, belajar-belajar-belajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s