Di saat terjepit antara paksaan sosial dan hati

saya bukanlah orang yang mengikuti trend. saya sadar betul akan hal itu. sebut saja cara berpakaian saya, sangat tidak mengikuti mode, bahkan cenderung ke cuek. saya sadar sekali untuk umur saya yang sudah twenty something ini, mungkin converse, jeans, dan kaos kedodoran bukanlah zamannya lagi. tapi saya juga belum menemukan alasan mengapa saya perlu memakai sepatu berhak 10 cm ataupun celana legging untuk bermain atau bertemu dengan teman-teman. tapi hal itu bukan berarti saya juga tidak dapat berpakaian sesuai tuntutan. apabila saya sedang bekerja atau menangani proyekan yang mengharuskan saya memakai sepatu flat, atau vantofel, ataupun memakai rok bahan serta kemeja dan juga blazzer, tentu saja saya akan bertindak profesional dan memakainya. tapi di luar koridor itu? saya lebih nyaman memakai tas selempang andalan, celana jeans standart, kaos, dan juga sepatu converse. mungkin karena dandanan saya itu juga yang menyebabkan saya suka di kira masih SMA. untuk hal ini sih saya masih bisa bersikap cuek dan biasa biasa saja bahkan cenderung bangga *karena masih terlihat muda :D*. setidaknya saya tahu kok cara berpakaian pada tempatnya.

belakangan ini saya mulai terganggu dengan berbagai orang yang memakai telpon mobile (mobile phone) Blackberry atau yang kita singkat BB. saya bukan terganggu oleh orang-orang yang memakainya, tetapi saya mulai terganggu terhadap beberapa orang yang heran kenapa saya lebih memilih nokia C6 di bandingkan dengan BB. saya terkadang bertanya-tanya dalam hati, salahkan saya memakai hp ini? apa sih hebatnya BB dibandingkan hp saya ini? padahal segala fasilitas yang bisa dijumpai di BB juga bisa saya dapatkan di C6. walau harus saya akui, kekurangan C6 saya ini adalah tidak memiliki fitur BBM seperti BB, walau sebenernya nokia sendiri mengeluarkan Ovi chat, sayang tidak terlalu terdengar gaungnya. selain itu, yang saya sedihkan mungkin adalah tidak adanya layanan block number dan juga kamera yang tidak di dukung dengan lensa Carl Zeis. tetapi saya tetap puas dengan hp saya ini, karena memenuhi impian saya, memiliki hp sliding, qwerty, dan juga touch screen serta memiliki kamera yang dapat saya andalkan untuk menangkap momen. untuk saya sekarang, hal ini sudah cukup.

tetapi tampak lingkungan saya kurang mendukung hal ini. ga setiap lingkungan sih. tetapi ada beberapa pihak yang terus meminta saya membeli BB ini, katanya agar lebih mudah berkomunikasi menggunakan BBM-nya. dipikir-pikir, sebenernya kalo untuk beli BB doang mungkin saya sanggup, tetapi memakai uang jajan saya untuk membiayai 2 buah nomer dengan biaya internetannya yang tidak murah, kok saya lebih puas yah dengan C6 yang saya miliki sekarang yah? saya bisa puas internetan hanya dengan membayar 20.000 untuk 1 bulan. tidak perlu keluar 100.000 ataupun 150.000 hanya untuk biaya internetan. saya sangat sadar kalo saya masih kuliah, belum punya pekerjaan tetap untuk membiayai hal itu. jadi kalo sekarang di tanya orang kapan saya beli BB, saya akan menjawab beberapa bulan lagi. kata ganti untuk kapan-kapan :p.

ada sebersit rasa iri? tentu ada, tetapi saya memilih untuk tidak menanggapi emosi saya yang satu ini, toh HP saya saja masih suka dikatakan sebagai HP yang bagus kok oleh lingkungan saya yang lain. selain itu menurut saya lingkungan sosial itu tidak hanya sebatas layar BB, tatap muka tetep lebih penting dan selama bisa sms-an, kenapa tidak menggunakan fitur yang satu itu? walau memang mungkin kalo sekarang bisa dibilang udah jadul tuh sms-an, sekarangkan zamannya BBM-an -__-!! tapi, bagaimanapun juga saya tetap menyukai dan mencintai di C6,Β  lagipula emergency saya memang bukan di sana, tetapi di hal yang lain, maaf yah semua, buat saya sekarang BB adalah prioritas nomer sekian puluh,,

3 thoughts on “Di saat terjepit antara paksaan sosial dan hati

  1. Yang belum berpenghasilan mesti berhemat, yang sudah bekerja juga mesti berhemat, kalau tidak perlu ya tidak usah.

    Saya suka pemikiran seperti di atasπŸ™‚.

    • hihihi benar,,kalo mahasiswa pemikirnnya hemat buat buku dan lain-lain,,kalo udah bekerja, berhemat untuk menikah dan beli rumah?

      wah terima kasih pak atas pujiannyaπŸ™‚

  2. Pingback: Ganti Telepon « Coklat dan Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s