Budaya “Kumaha Engke” dan “Engke Kumaha”

Aku ingat dahulu ada seorang guru yang mengatakan kebanyakan orang Indonesia itu mikirnya “kumaha engke” atau yang artinya gimana nanti dan tidak banyak yang berfikir “engek kumaha” ata nantiย  gimana. Kemudian saat aku duduk di bangku SMA akhir seorang kakak menjelaskan mengenai filosofi ini.

Kumaha engke atau gimana nanti maksudnya adalah kita hanya melihat kondisi saat ini dan tidak berfikir ke depannya akan seperti apa. Sadar ga sadar kita suka loh kalo ada tugas dan di tanya kapan ngerjainnya terkadang kita menjawab ‘liat ntar deh’ ato ‘kumaha engke we lah’ dan melanjutkan aktifitas yang lain padahal deadline udah di depan mata. Contoh lain adalah kalo kita janjian ‘jadikan mau ngumpul-ngumpul hari ini?’ dan terkadang suka di jawab ‘liat ntar yah’ ato ‘kuma engke we‘. Satu lagi contoh ‘mau makan di mana?’ ‘junk food ajah!!’, stroke? penyakit jantung? kolesterol? kuma engke we lah!!! ‘Jadi ungkapan ini mengatakan bahwa kita ga ada rencana buat ke depannya. Padahal yang namanya orientasi masa depan itukan penting.

Enge kumaha ato nanti gimana menyatakan bahwa kita memikirkan apa yang nanti terjadi ke depannya. Punya orientasi masa depan. Kalau kita punya rencana ke depannya, kita jadi punya goal dan bisa mensetnya dan punya strategi menghadapinya. Jadi jelas apa yang akan kita lakukan. Contohnya nih “engek kumaha tugas?” [nanti gimana tugasnya?] jadi bakal ada jawaban dan pemikiran mengenai tugas itu dan menjalaninya dengan sungguh-sungguh.

Tetapi keduanya tetap punya sisi positif dan negatifnya kok. Kalau ‘kumaha engke‘, orang akan cenderung tidak berfikir menenai resiko sehingga akan tetap optimis dan percaya diri dengan semua yang ia lakukan. Kalo ‘engke kumaha‘, saat orang tidak berfikir secara bijak dan kebanyakan nanti gimana, malah jadi berfikiran negatif dan ngakibatin jadi berdiam diri dan takut melangkah. Padahal yang namanya resiko itu tetep kudu di tempuh demi suatu kesuksesan. Karena itu perlu bijaksana mengatakan kedua kata di atas. Hanya dua kata, tapi jika di balik, maknanya juga akan berubah.

6 thoughts on “Budaya “Kumaha Engke” dan “Engke Kumaha”

  1. Tapi kan kak, menurut saya, kedua filsafat itu relatif, dimana penganutnya, kalo yang selalu berorientasi negatif, kedua filsafat itu bakal selalu negatif juga dan sebaliknya (wah panda sotoy nih hehe^^)

    Dan satu lagi, katanya, “takkan ada masa depan tanpa masa sekarang”
    Itu kayaknya yang dianut sebagian “kumaha engke”
    (mungkin termasuk saya hihihi..^^)

    Sukses terus blognya kak..^^d

  2. ehem ehem!
    aya calon guru euy, hehe..
    ga deng!

    iya ra, kebanyakan org indo emang ga peka sama soal beginian..
    kyk qt aja di unisba, semakin hari bukannya bersemangat kuliah, malah ngutamain main.

    kyk kang untung bilang wkt itu, budaya lingkungan pastilah berpengaruh sama kebiasaan qt.
    kl mau merubah sikap yg negatif, lebih baik qt berkiblat pd negara2 maju skrg.
    begono ra, hehe..
    kok jd ngelantur gini y? sbnrnya sy ngomong apa sih, heu…

    • Bukan bukan,,,saya penegn jadi konselor [tapi masi berfikir kuat mental ga ya di klinis??]

      hkwkwkwkw bener Pit, sebenernya aku juga masi tergolong orang yang kuma engke [buktinya: mentingin karaokean daripada kuliah]
      iya sih Pit,,di Indonesia tuh selalu di suapin aja, jadi inget iklan vidoran sirup yang selalu di tiruin dan kemudian di caci maki ama Kang Untung…

  3. itu mah tergantung orangnya…
    klo orangnya positip tingking mah, y g jadi masalah…
    intinya, yng mana pun juga, klo salah mengimplementasikannya (beuh, beurat bahasa na..) bisa jadi bahaya….

    • Mas Diaz [halah halah, siapa niy Sisinya?] positif thinking
      mangkanya itu lah penting nya positif thinking dan tetep focus ama goal ke depan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s