Sahabat itu Walaupun, Bukan Karena

Belakangan ini gw diingetin banget buat megang teguh kata-kata yang jadi judul post gw kali ini ‘sahabat itu walaupun bukan karena’. Maksud gw, sahabat itu bukan karena dia populer, pinter, baik, atau karena kepositifan yang ada pada dirinya lantas dia sobat gw, tetapi walaupun dia jelek, suka nyakitin orang lain, ngaretan, punya banyak sisi negatif, dia tuh tetep sobat gw.

Susah juga loh mertahanin persahabatan kalau ga diserati keikhlasan dan kesabaran ngadepin tingkah laku sobat kita (ehem curcol), dan pada saat gwΒ curcol dengan salah satu kakak ketemu dunia maya yang berada di Makasar, beliau sempat nyeletuk ‘kenapa lu masih sobatan dan care banget sama dia?’ dan gw seperti diingetin bahwa sobat itukan walaupun dan bukan karena. Betapa gampangnya menyudahi suatu persahabatan apabila kita (atau ga usah jauh-jauh, gw deh) melandasinya dengan yang namanya ngeliat sisi positif sobat kita itu atau parah-parahnya malah manfaatin sobat kita (JANGAN SAMPE!!!!).

Karena kata-kata penguat yang menjadi judul inilah, gw masih bisa bertahan walaupun tingkah laku sobat gw aneh-aneh (eits manusia itu tak da yang normal kawan!), kadang nyebelin, kadang bisa baek banget, yah kadang-kadang deh! Mungkin saat ini gw yang masih harus ngelus dada ngeliat tingkah laku sobat gw, tapi lain waktu? Siapa tahu gantian sobat gw yang ngelus dada ngeliat tingkah laku gw (semoga tidak terjadi, amin!!!). kita ga akan pernah tahu apa yang akan terjadi, tapi tetep buat gw, sobat itu walaupun, bukan karena.

2 thoughts on “Sahabat itu Walaupun, Bukan Karena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s