Singapore (Hari Ketiga)


H
ari Ketiga

 Di hari ketiga di Singapura, dimulai dengan jalan-jalan ke Sentosa Island. Alasan kita milih ke Sentosa dulu adalah agar ga berebutan sama turis yang lain dan biar ga kepanasan. Jam 08.00 kita berangkat dari hostel menuju stasiun MRT Bugis. Kita akan naik MRT hingga stasiun Outram Park dan pindah ke North East Line untuk naik MRT menuju Harbour Front. Dari sini kita tinggal jalan menuju cable car yang terletak di lt. 15 gedung perkantoran disebelah Vivo City Mall. Harga naik cable car sekali jalan adalah 24 SGD, kalau mau bolak balik adalah 26 SGD. Berhubung cuma pengen nyoba aja, kita naik yang sekali jalan. Begitu naik cable car ini, mulai merasakan apa yang dirasakan Haha dan Jae Suk (anggota variety show korea Running Man) saat naik cable car di China, serem liat ke bawah. Tapi begitu ada yang ngeluarin kamera langsung jiwa eksisnya keluar dan melupakan ketakutan *cetek, kalah ama keinginan mejeng*. Kita kemudian turun di stasiun Imbiah.

Sentosa Island

Sampai di Stasiun Imbiah, kita ngeliat ternyata ada lagi nih bocah-bocah SD yang lagi study tour ke Sentosa. Difasilitasi banget yah ini siswa-siswa *iri*.Di depan Imbiah Lookout, sempet foto dulu di depan Images of Singapore kemudian lanjut turun menuju Merlion Park. Foto-foto dengan latar belakang Merlion raksasa dan dilanjutkan jalan di Merlion Walk menuju ke beach tram stop untuk ke Siloso Beach. Di Merlion Walk, kita akan disuguhkan pemandangan kolam air yang panjang dengan air yang terkadang muncul dari lubang-lubang tak terduga. Di Siloso Beach sebenarnya yang menarik adalah adanya Fort Siloso, tapi sayang saya ga sempat melihat ke sana. Di pantai ini juga ada beberapa pulau kecil buatan, bahkan ada yang memiliki batu-batu raksasa bagai di Pulau Belitung. Setelah dilihat-lihat, batu-batu besarnya hanya diatas aja, bawahnya ada penyangga kayunya gitu –“. Puas ngerasain pantai di Singapura ini, kami kembali ke beach tram Station dan naik Sentosa Express untuk menuju Vivo City. Maklum hari sudah siang dan kami kepalaran :)). Tadinya mau foto-foto dulu di depan USS, apa daya perut lapar lebih prioritas, jadilah kami memilih makan di Food Republik di lt. 3 Vivo City Mall. Di sini banyak banget jenis makanan dan ada 3 tempat yang memiliki label halal. Berhubung butuh nasi, kami memilih makan masakan Indonesia aja seharga 5 SGD yang terdiri dari nasi, satu daging, dan satu sayur. Minumnya, saya memilih beli milo dingin seharga 2 SGD.

Setelah makan, rombongan kita terbagi dua. Tia dan Pite memilih untuk ke Toy Museum, sedangkan saya, Surya, Sakti, Iza, dan Cyntia memilih pergi ke Art Science Museum. Dari Vivo City kami naik bus yang ke arah Marina Bay Sands. Di mall ini, kami sempat uji keberanian dengan naik eskalator yang langsung meluncur ke lantai paling atas. Yang membuat seram adalah pinggirnya langsung pemandangan ke bawah. Ternyata di atas sini kita menemukan taman yang keren banget! Kita bisa melihat Singapore Flyer dan Marina Bay Sands hotel yang atasnya bagaikan gerbong ujung MRT. Puas melihat-lihat di atas, kita kembali turun dan menuju ke Art Science Museum. Saat mengetahui harga masuk ke museum ini adalah 15 SGD, saya, Surya, dan Iza memilih leyeh-leyeh duduk di lobby. Maklum, saya sih ga terlalu tahu soal seni, apalagi seni murni. Sakti dan Cyntia yang penasaran dengan museum ini, memilih untuk berkeliling. Setelah satu jam, Sakti dan Cyntia selesai berkeliling. Di sini kami berpisah karena Sakti ingin ke Peranakan Museum, sedangkan para perempuan ini ingin belanja ke Mustafa Center yang terletak di Little India.

Dari Stasiun Bayfront, kami memilih untuk menuju Promenade untuk pindah MRT ke arah Dhoby Ghaut dan dilanjutkan naik North East Line menuju Farrer Park. Saya, Surya, Iza, dan Cyntia bertemu dengan Tia dan Pite di stasiun Dhoby Ghaut dan bersama-sama menuju Farrer Park untuk ke Mustafa Center. Mustafa Center ini terletak di kawasan Little India. Tokonya sendiri buka 24 jam. Di toko ini tersedia mulai dari jam tangan dengan merk terkenal dan asli tetapi harga miring, cokelat, parfum, baju, tas, sepatu-sendal, dan peralatan elektronik dengan harga yang relatif murah. Saya membeli cokelat Hersey berisi 6 pack dengan harga hanya 7 SGD!! Di sini juga saya mendapatkan topi yang dipesan oleh papa. Tadinya pengen beli jam juga, apa daya ga ada budgetnya *tutup muka*. Beres belanja, kami kemudian kembali ke Bugis dengan menaiki MRT North East Line dari Farrer Park menuju Outram Park dan ganti East West Line untuk menuju Bugis.

Pite dan Tia sempat kembali ke hostel dari Mustafa. Saya dan Surya berpisah dengan Iza dan Cyntia di Bugis Junction. Hal ini dikarenakan saya dan Surya hanya ingin mencari beberapa toko di Bugis Junction dan melanjutkan belanja ke Bugis Street. Sayang apa yang saya cari di converse store Bugis Junction ga ada, jadilah kita ke Bugis street untuk mencari oleh-oleh terakhir untuk penyandang dana :D. Begitu keluar dari Bugis Street, ternyata hujan deras!! Kami berduapun berteduh ke KFC :)). Beli cemilan satu untuk berdua seharga 4 SGD dan duduk untuk menghilangkan lelah sembari menunggu rombongan berkumpul kembali. Setelah semua berkumpul, kami mencari tempat makan malam dan bertemu dengan Qi Ji nasi Lemak yang berada di Arab Street tak jauh dari KFC :D. Nasi lemak di sini terkenal enak. Jadi nasi lemak ini rasanya mirip nasi uduk gitu. Lauk pauknya kita bisa memilih mulai dari katsu, ayam goreng, sosis, atau ada juga laksa kalau mau. Hmm berhubung lapar berat, tentu saja rasa makanannya enak dan habis dalam sekejap :)). Puas makan dan minum, kami kembali terpisah, Iza – Cyntia melanjutkan belanja, saya-Surya-Pite-Tia-Sakti memilih ke Marina Bay Sands kembali untuk berjalan melewati double helix bridge menuju merlion park.

Dari terminal bus di Bugis Junction, kami mendapatkan bus tingkat dua menuju Marina Bay. Hihihi akhirnya merasakan duduk di lt. 2 bus. Di Marina bay ini, kami kembali menyempatkan ke atas mall yang saya dan Sakti temukan di siang hari. Wah ternyata pemandangan saat malam harinya keren banget. Kami bahkan menemukan spot seru buat nongkrong dan ngobrol asyik sambil maen kartu *sayang ga bawa katu waktu itu*. Puas ngobrol-ngobrol dan menikmati malam dari atas, kami kembali turun ke bawah. Saat kami keluar dan menuju double helix bridge, kok yah kebetulan ada visual art lagi. Sekarang tempatnya di dinding Art Science Museum. Keren banget!! Saya berasa sedang menonton 3D!! Setelah visual art yang berlangsung sekitar 10 menit berlalu, kamipun melanjutkan perjalanan menuju double helix bridge untuk menuju Merlion Park.

Double Helix Bridge ini terinspirasi dari double helix yang menjadi penyusun DNA. Ada aja yah idenya. di sini sempet berhenti dan foto-foto. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke stadion bola yang ternyata juga ada pertunjukan gambar stick figure gitu kayak yang nari gantian dan berhenti dulu dipinggir sungai untuk beristirahat dan mengobrol plus foto-foto. Puas beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju Esplanade. Ternyata Musikal Laskar Pelangi itu ditayangkannya di Espalande sini loh! Keren bnaget deh bangunan yang mirip kulit durian ini. Setelah melewati Esplanade, kita sampai di Merlion Park yang sedang ada pertunjukan lampunya. Singapura memang memaksimalkan berbagai hal untuk menarik wisatawan yah. Kita kembali duduk untuk menikmati pertunjukan lampu, foto-foto, dan mengobrol. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.30. Sudah saatnya pulang kalau mau mendapatkan MRT terakhir. Dari Merlion Park, kami berjalan menyusuri Hotel Fullerton menuju stasiun Raffles Place. Di stasiun ini, kita tinggal naik East West Line menuju Bugis. Berhubung kaki sudah lelah berjalan, kami memilih naik bus menuju hostel :D.

Sampai hostel, saya kembali mengangkat kaki ke dinding agar peredaran darah kembali turun sambil melihat Surya-Iza-Cyntia yang sedang packing karena mereka pulang naik pesawat pagi. Saya, Pite, Tia, Sakti naik pesawat siang, jadi masih leyeh-leyeh santai dan berpikir akan packing esok pagi saja.

Total biaya pengeluaran saya hari ketiga ini adalah: Cable car 24 SGD, Makan siang 7 SGD, mengisi EZ Link 10 SGD, dan Makan malam 6 SGD. Sayapun berbelanja mengeluarkan 40 SGD. Total pengeluaran adalah 87 SGD atau Rp.643,800,- ( 1SGD = Rp.7,400,-). Kalau tanpa berbelanja, pengeluaran saya hari itu adalah 23 SGD atau Rp.170,200,-.

Sumber Foto: Kamera saya, Tia, Pite, Iza, Surya. Pinjam foto-fotonya yah kawan-kawan :D. Terima kasih banyak sebelumnya.

Singapore (Hari Kedua)

Hari Kedua

Saya menyetel alarm pukul 04.30 WIB atau pukul 05.30 waktu Singapore. Begitu bangun, hal pertama yang saya lakukan adalah ke toilet dan dilanjut ke ruangan shower. Yups kebiasaan dimanapun. Begitu bangun, langsung mandi :D. Balik dari ruang shower, di kamar ada beberapa orang yang masih ngumpulin nyawa. Shalat subuh dulu, kemudian liat ke kitchen. Ternyata belum ada makanan. Makanan baru tersedia pukul 07.00.

Saya, Tia, dan Sakti yang saat itu sudah rapi, memilih keliling daerah hostel, sekalian Sakti nyari 711 untuk beli mi. Kita juga melewati Masjid Sultan. Beres muterin daerah yang kita puterin semalam, Sakti balik ke Hostel, saya dan Tia lanjut hingga diujung jalan. Seru juga melihat geliat pagi hari kota Singapura. Banyak anak berseragam sekolah yang lalu lalang di pagi itu. Mereka jalan berkelompok dan menenteng tas yang seragam. Ternyata di Belakang Victoria Street, bangunannya adalah bangunan lama yang masih terawat. Kita berjalan hingga tiba di Jalan Kubor dan kembali ke hostel. Saat melihat ke kitchen, eh sudah ada berlembar-lembar roti, dua toaster, selai, mentega, gula, creamer, dan teh. Tinggal bikin sendiri dan makan. Selai strawberry-nya tidak seenak yang saya bayangkan ternyata. Besok-besok mending celupin roti ke teh dan makan mi aja. Selesai makan, cuci piring dan gelas, kita siap-siap untuk menjelajah kota \(^o^)/.

Business District 

Tujuan pertama kita hari ini adalah Business District. Kita keluar hostel tepat pukul 08.00 yang berarti jamnya orang masuk kerja. Hiruk pikuknya keliatan banget di stasiun MRT. Banyak yang berjalan cepat dan bahkan ada yang berlari, antrian orang di escalator, dan penuhnya MRT. Dari stasiun Bugis kita ke stasiun Raffles Place. Didalam MRT, orang sibuk masing-masing. Ada yang membawa cangkir kopi, membaca e-book ataupun bahan presentasi di ipadnya, mengecek e-mail – mendengarkan lagu – main games dari androidnya (saya jarang nemu yang pake blackberry di sini), dan ada yang membaca buku. Keluar dari Stasiun Raffles Place, kita melihat berkeliling yang merupakan gedung perkantoran. Sempet foto-foto dulu dengan latar belakang orang yang lalu lalang :)). Walaupun banyak gedung bertingkat, ruang hijau tetap ada dong! Salut banget sama pemerintahannya nih.

Dari Business district kita berjalan ke depan Hotel Fullerton untuk melihat Marina Bay Sands dari seberang. Kemudian berjalan menyusuri sungai hingga sampai ke Merlion Park. Padahal masih pukul 09.00 tapi turis udah banyak aja di sini *ngarep bakal sepi karena hari kerja*. Foto-foto dari berbagai sudut dan gaya plus duduk bentar, lanjut perjalanan melewati jembatan, nyebrang jalan lewat bawah, lanjut ke arah Asian Civilization Museum. Karena tujuan hari ini tur kota, jadi ga masuk ke museumnya. Lanjut deh jalan menyusuri sungai hingga bertemu dengan Raffles Landing Site. Saat melihat Raffles Landing Site ini kita bisa melihat diseberang sungai gedung-gedung tinggi modern bersebelahan dnegan gedung dua lantai dengan bentuk model perumahan Cina. Itu beneran keren banget. Iri deh dengan Singapura yang bisa menyandingkan antara modern, tradisional, dan juga taman di pusat kota. Semoga Indonesia bisa seperti itu juga.

Selanjutnya, kita kembali menyeberang jalan menyusuri Padang bay. Belok di Coleman Street dan melihat St. Andrew’s Cathedral. Kemudian kembali berjalan melewati lampu merah, hingga kita melihat Central Fire Station yang berada dipojok jalan. Setelah itu berjalan menuju Philatelic Museum, Bible House (dan tertarik apakah Al-Qur’an juga ada di sana, soalnya itukan rumah kitab suci :D), dan bertemu dengan Registries of Civil and Muslim Marriages. Di dekat sana, kita akan menemukan tangga menuju Fort Canning Park. Istirahat untuk duduk, ngemil dan minum dulu di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke stasiun Dhobi Ghaut. Dari sana naik MRT North South Line menuju Orchad Road.

Di Orchad, kita masuk ke Lucky Plaza buat makan (dapet makanan halal, makanan Jepang seharga 4 SGD!!). Setelah makan kita berpisah menjadi dua rombongan, yaitu yang mau belanja dan liat-liat doang. Di Lucky Plaza saya keluar masuk beberapa toko macam Giordano, Bosini, dan Hang Ten, lanjut jalan-jalan buat nyari es krim. Es krim yang terkenal adalah Uncle Ice Cream yang merupakan kakek-kakek yang berdagang ice cream di sepanjang orchad road ini. Harga sepotong ice creamnya adalah 1 SGD. Kita bisa makan pake wafer ataupun roti. Hmmm sedapnya panas-panas makan ice cream balok gede dan murah :p. Setelah makan ice cream dan bertemu kembali dengan anggota kelompok, kita naik bus menuju Brash Basah Complex. Buat yang suka buku, disini pusat penjualan buku baru dan buku bekas. Buat yang nyari buku pelajaran, lonely planet, dan buku berbahasa mandarin, di sini nih pusatnya. Puas nyari-nyari buku, kita berjalan menuju stasiun City Hall untuk naik MRT North South Line ke Dhoby Ghaut dan pindah jalur MRT North East Line menuju China Town. Buat yang nyari pernak pernik buat oleh-oleh di sini pusatnya. Saya bahkan menemukan 10 SGD untuk 18 gantungan kunci!! Di sini, saya juga menemukan ada toko pernak pernik Tintin. Pasangan saya bisa galau mendadak nih kalau ke sini :)). Puas cuci mata dan belanja oleh-oleh untuk penyandang dana liburan (baca: orang tua), saya dan Tia memisahkan diri dari rombongan. Maklum waktu masih menunjukkan pukul 15.30. Masih banyak waktu sebelum ke Marina Bay Sands pukul 18.00 nanti.

Tujuan saya dan Tia setelah berpisah adalah mengunjungi Peranakan Museum. Dari Stasiun Chinatown, kami kembali ke City Hall untuk berjalan kaki menuju Peranakan Museum. Harga untuk masuknya adalah 6 SGD (Adult), 3 SGD (Mahasiswa). Peranakan Museum ini mengeksplorasi budaya masyarakat peranakan di Asia Tenggara. Museum ini menempati bangunan bekas sekolah Cina “Tao Nan”. Ia memiliki koleksi lengkap dan komprehensif untuk benda-benda Peranakan dari 10 galeri yang berada diketiga lantai gedung. Menariknya, disin isaya banyak menemukan berbagai ragam sarung dengan motif kayak batik Cirebon XD. Untuk info lengkap bisa langsung mengunjungi websitenya. Setelah dari Peranakan, kami berjalan menuju Singapore Philately Museum. Untuk biaya masuk museum ini adalah 5 SGD dan kita akan mendapatkan dua kartu pos naga dan empat kartu pos Tintin. Di sini kita dapat melihat koleksi dari masa ke masa mengenai perangko. Bahkan ada arsip perangko mulai dari tahun 1980-an loh! Galerinya memperkenalkan mulai dari perangko pertama di dunia, perangko sebagai jendela dunia, dan juga berbagai jenis perangko yang masuk daftar koleksi. Daftar koleksi ini seperti perangko seri glow in the dark, 100 tahun FIFA, perangko bertahtahkan swarovski, gold foil, the Simpsons series, dan juga Dragon series. Buat pecinta Tintin, museum ini sedang mengadakan exhibition perangko seri Tintin. Buat pecinta Tintin bakal ngarep banget buat bawa pulang perangko-perangko lucu ini.  Untuk yang mau lebih tahu soal Singapore Philatelic Museum bisa klik disini. Puas berjalan-jalan, kita sempet masuk mall buat cari cemilan sebelum melanjutkan perjalanan menuju stasiun Harbour Front dan bertemu dengan Surya, Pite, dan Sakti.

Setelah bertemu dengan Surya, Pite, dan Sakti, kami berlima melanjutkan perjalanan naik jalur Circle Line menuju Stasiun Bayfront. Disini, kita ke Marina Bay Sands untuk melihat Singapura di malam hari. Niatmya sih pengen naik ke atas Marina Bay Sands Hotel dengan membayar 19 SGD, tapi kok yah sayang duit, jadi kita lihat kota dari bawah saja sambil menunggu Iza dan Chyntia yang pergi ke pusat Factory Outlet murah untuk belanja. Sambil menunggu mereka, kita sempet dapet pertunjukan gratis air mancur dan juga laser yah indah dan keren banget di depan Marina Bay Sands. Ga terduga banget deh bisa nonton pertunjukan keren ini. Dari sini juga kita bisa melihat gemerlap lampu kota bagai sedang di Hongkong!! Keren banget deh. Pertunjukan selesai, tidak lama Iza dan Chyntia datang. Sempet duduk-duduk bentar dan lanjut perjalanan menuju Qlarke Quay. Dari stasiun Bayfront ini kita menuju Promenade untuk ganti MRT  Circle Line menuju Dhoby Ghaut dan pindah ke North East Line untuk ke stasiun Qlarke Quay. Disini kita akan menemukan sederetan tempat makan dengan pemandangan sungai. Berhubung capek dan males mikir nentuin di mana makan, kita ngisi perut dulu dengan beli makan di 711 dan duduk serem ditepi sungai. Disebut duduk serem, soalnya tempat kita duduk ini ada undakannya dan curam banget. Salah dikit, bisa kecebur ke sungai yang ada x_x. Setelah makan, berhubung udah kenyang juga, duit menipis, dan capek, ga jadi aja gitu kita makan di tempat nongkrong di Qlarke Quay. Untuk ngehemat waktu, dari Stasiun Qlarke Quay kita naik MRT menuju stasiun Outram Park dan ganti ke East West Line menuju Bugis. Sesampainya di hostel, hal yang pertama saya lakukan adalah menaikkan kaki ke atas dinding. Capek bener dah. Dipikir-pikir kita hard core gini jalan-jalannya  :)).

Total pengeluaran saya hari kedua ini adalah untuk mengisi EZ Link 10 SGD, Makan 10 SGD, beli sim card Singtel 15 SGD, Museum 11 SGD, dan beli oleh-oleh 35 SGD. Totalnya adalah 76 SGD atau  Rp.562,400,- (1 SGD = Rp.7,400,-). Kalau dari Indonesia udah pake provider yang bisa roaming internasional dan ga belanja, pengeluaran bisa ditekan hingga 26 SGD (Rp.192,400,-).

Sumber Foto: kamera saya. Terima kasih juga kepada Surya, Pite, Iza dan Tia karena saya meminjam beberapa foto dari kamera kalian :).